“Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat”

Desember 15, 2007 at 9:57 am | In Jendela Alkitab | Leave a Comment

Tahun A

Minggu Adven II

Tanggal: 9 Desember 2007

Tema: “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat”

 

Bacaan: Yes 11:1-10; Rm 15: 4-9; Mat 3:l-12

Sesuatu yang paling menjengkelkan adalah ketika orang harus berbalik sesudah menjalani perjalanan panjang, karena arah dan tujuan yang ditelusuri itu ternyata salah. Sekalipun menjengkelkan dan terasa berat, tidak mungkin untuk tidak kembali bila ingin tujuan yang sebenarnya tercapai. Demikian halnya dengan pertobatan. Pertobatan itu selalu berat, tetapi tidak mungkin untuk dielakkan. Karena pertobatan adalah tuntutan hakiki dari proses sejarah keselamatan dalam diri setiap orang kristen. Atas dasar inilah Gereja selalu mengajak umatnya untuk melakukan pertobatan.

Lewat bacaan hari ini diketengahkan kepada kita dua tokoh eksentrik yang diutus Allah untuk menyerukan pertobatan. Keduanya bernubuat dengan caranya sendiri. Tokoh pertama adalah Yesaya yang menyerukan pertobatan bagi bangsa Israel dengan cara memperkenalkan sifat-sifat Raja damai yang tidak lama lagi akan datang. Raja yang akan datang itu adalah seorang yang adil dan kedatangan-Nya akan membawa damai bagi manusia dan seluruh alam ciptaan. Pada waktu itu “serigala akan tinggal bersama domba, lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput” (Yes 11:6). Suatu gambaran yang penuh damai, tenang dan tidak ada permusuhan. Dengan cara inilah Yesaya mengajak orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Raja damai itu. Sedangkan tokoh yang kedua ialah Yohanes Pemandi. Ia memulai karyanya dengan berseru-seru: “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3:2). Banyak orang yang terpesona mendengar pemberitaannya, karena begitu menyentuh dan berkuasa. Bahkan banyak orang Farisi dan Saduki rupanya sangat kagum mendengar khotbah Yohanes Pemandi ini. Sedemikian terpesona hingga mereka datang memberi diri untuk dibaptis. Sedemikian terperangah hingga orang menganggap dia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu itu. Namun, lama sebelum Yohanes tampil, nabi Yesaya telah memperkenalkan siapa sebenarnya Yohanes Pemandi. Dia adalah “suara yang berseru-seru di padang gurun” (Yes 40:3). Dari sini kita ketahui bahwa sebenarnya Yohanes Pemandi bukanlah Mesias yang dinanti-nantikan bangsa Israel, bukan dia Sang Sabda itu. Dia hanya saksi tentang kedatangan Mesias yang adalah terang, supaya semua orang yang mendengarnya percaya dan mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya. Pewartaan Yohanes menunjuk kepada Dia yang akan datang kemudian dan bahwa Dia adalah penggenapan nubuat para nabi.

Tugas Yohanes Pemandi tidak lain daripada mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. Dia menyatakan bahwa Yesus yang akan datang sesudahnya harus lebih dihormati dan dimuliakan, sebab dengan rendah hati Yohanes mengatakan: “membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (Mat 3:11). Yohanes memberitahukan bahwa telah tiba saatnya Allah akan menyatakan Kerajaan-Nya sebagai pemenuhan kerinduan umat manusia berabad-abad lamanya. Ini merupakan pesan yang amat membahagiakan bagi orang Israel. Mereka telah berabad-abad lamanya dijajah orang-orang Persia, Mesir, dan Siria. Dan sekarang mereka harus tunduk kepada Herodes dan penguasa Romawi. Maka pesan Yohanes tentang kedatangan Mesias bagaikan nyanyian merdu di telinga mereka. Tujuan satu-satunya yang ingin ia patuhi ialah mengkhotbahkan bahwa Juru Selamat akan datang. Yohanes sebagai simbol Adven sangat jelas dalam bacaan hari ini, yang ditulis oleh pengarang Injil Matius. Sebagaimana Yesaya dan Yohanes Pemandi memberitakan kelahiran Yesus Mesias di hadapan umum, Gereja juga mengajak kita untuk mempersiapkan kedatangan Yesus lewat masa Adven ini.

Seluruh masa Adven merupakan persiapan kedatangan Yesus, maka dunia sekitar kita pun mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus. Tetapi cara dunia mempersiapkan Natal sangat berbeda dengan makna Natal yang benar. Dunia mempersiapkan Natal dengan materialistis dan bahkan berbau kafir. Coba saja teliti pelaksanaan anda sendiri selama masa menjelang Natal ini. Di tengah segala hiruk-pikuk, di tengah segala kiriman kartu natal dan bingkisan kado dan rencana liburan, tanyalah diri anda, apakah anda sudah membuat persiapan untuk kedatangan Yesus dengan cara rohani? Apakah masa suci Adven menggugah anda untuk melakukan sesuatu yang rohani untuk merayakan kelahiran Yesus?

Secara simbolis Injil berbicara tentang “mempersiapkan jalan bagi Tuhan, meluruskan jalan bagi-Nya” (Mat 13:3). Persiapan dan pelurusan ini bukan supaya Tuhan senang karena tidak ada hambatan yang menghalangi kedatangan-Nya, melainkan karena ini berkaitan dengan nasib manusia yang punya ‘jalan’ itu. Jika jalan kehidupan itu siap, lurus, beres, tak bercela, tidak ada lubang maka siaplah semuanya. Sebaliknya, jika banyak lobang di sana-sini, yang berarti hidup tak karuan akan dengan sendirinya kedatangan Tuhan merupakan malapetaka baginya.

Yohanes Pemandi mengkhotbahkan Injil pertobatan untuk penghapusan dosa. Apakah Adven mendorong anda untuk melakukan suatu pertobatan dalam menyambut pesta ini? Korban apa yang akan anda buat sebagai dorongan Adven? Dapatkah anda berkata bahwa anda telah sungguh-sungguh mempersiapkan perayaan kelahiran Yesus dengan suatu cara rohani? Jika anda tidak dapat memberi jawaban “ya” kepada pertanyaan-pertanyaan ini, berarti juga anda telah hanyut dalam arus materialisme. Anda telah menimbuni panggilan Yohanes Pemandi dengan panggilan duniawi. Tetapi Adven masih belum selesai. Masih ada waktu mempersiapkan kelahiran Juru Selamat. Masih ada waktu membuka pintu hati dan membuat tempat yang pantas untuk menerima kelahiran Kanak-Kanak Yesus. Bila kita datang mengunjungi palungan-Nya pada perayaan Natal nanti, jangan datang dengan tangan hampa. Buatlah suatu daftar sikap yang akan anda persembahkan sebagai kado kepada-Nya. Pastikan bahwa pesan Yohanes Pemandi tidak akan jatuh pada telinga-telinga tuli, tetapi akan berakar dan berbunga dalam jiwa anda. Bersiaplah menyambut kedatangan Yesus pada Natal ini. Amin.

Fr. Cresentius Siallagan OFM Cap

Belum Ada Tanggapan »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.