Tema Alienasi dalam Filsafat Hegel
Januari 12, 2008 at 10:48 am | In Filsafat | Leave a CommentTags: alienasi, dialektika, hegel
Karya-karya teologis Hegel tentang agama sangat mewarnai paham filsafatnya di kemudian hari. Studi Hegel tentang agama ini bermaksud untuk memulihkan kesatuan asali yang lenyap dalam agama Kristen. Dia mengritik ide filsafat Pencerahan yang memandang bahwa agama Kristen hanyalah agama yang rasional dan otoriter. Menurut Hegel, pandangan yang demikian hanya akan mencabut semangat asli para penganutnya, khususnya bangsa Jerman.
Penghayatan agama yang diinginkan oleh Hegel adalah seperti yang telah dihidupi oleh agama Yunani kuno. Menurutnya, agama Yunani kuno adalah sebuah Volksreligion (agama rakyat) karena berakar pada semangat rakyat dan kebudayaan Yunani yang asli. Namun Hegel juga melihat kelemahan dalam agama Yunani kuno ini, yaitu terlalu bersifat moralis. Bagi Hegel, agama Kristen adalah kesempurnaan semua agama. Dia melihat bahwa agama Kristen mampu menjadi “totalitas etis” yang mencakup kejeniusan intelek dan semangat para penganutnya.
Mengapa ide era pencerahan bisa mengatakan bahwa agama Kristen bersifat rasional dan otoriter? Hegel memberikan alasannya dalam kedua tulisannya, yaitu Die Positivität der christlichen Religion (Positivitas Agama Kristen) dan Der Geist des Christentums und sein Glauben (Semangat Kekristenan dan Kepercayaannya). Kedua tulisan ini menjelaskan Teori Alienasi (pengasingan). Tulisan pertama melihat idealisme “komunitas etis” jemaat Kristen perdana, yang dalam perkembangannya mengalami alienasi akibat ajaran dan penghayatan personal yang makin dibatasi geraknya oleh dogma yang kian mengikat. Sementara tulisan kedua menyorot alienasi yang terjadi dalam agama Yahudi. Dalam agama ini, Allah dipandang sebagai tuan dan manusia sebagai budak.
Akibat alienasi agama ini, manusia terasing dari dirinya sendiri dan tidak mampu menghayati Allah. Bila hal ini terjadi, lambat laun agama hanya menjadi moralitas kewajiban etis yang berciri Kantianisme. Kendati demikian, Hegel melihat bahwa agama Kristen merupakan kesempurnaan dari agama-agama yang ada. Secara khusus Hegel melihat bahwa Katolisisme mampu mengatasi alienasi ini lewat sakramen-sakramen.
Berdasarkan alasan di atas, tema sentral filsafat yang hendak ditekankan Hegel adalah tentang raibnya kesatuan primordial, yaitu hubungan antara Allah dan manusia. Namun menurutnya, hal ini bisa ditemukan kembali lewat totalitas etis, yakni dalam bentuk idealisme! (Fr. Pionius Hendi)
No Comments Yet »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.