<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BIKAP ALVERNA's Weblog &#187; Jendela Alkitab</title>
	<atom:link href="http://bikapalverna.wordpress.com/category/jendela-alkitab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bikapalverna.wordpress.com</link>
	<description>MAJALAH ELEKTRONIK BIARA KAPUSIN ALVERNA SINAKSAK</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jan 2008 10:18:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bikapalverna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0234a9db018b102277443524ba0b0eaa?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BIKAP ALVERNA's Weblog &#187; Jendela Alkitab</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kristus Cahaya Dunia</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 10:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun. A
24 Desember
Natal Malam
Bacaan: Yes 9: 1-6;  Tit 2: 11-14; Luk 2: 1-14
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
Kristus Cahaya Dunia
 
“Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud (Luk 2: 11)”. 
 
   Ada sebuah cerita mengenai tawanan Nazi. Pria yang malang itu disiksa setiap hari. Suatu hari mereka memindahkannya ke sel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=36&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Tahun. A</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>24 Desember</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Natal Malam</span></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:center;" align="center"><span>Bacaan: Yes 9: 1-6; <span> </span>Tit 2: 11-14; Luk 2: 1-14</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:21pt;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">Kristus Cahaya Dunia</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span>“Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud (Luk 2: 11)”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span><span>   </span><i>Ada sebuah cerita mengenai tawanan Nazi. Pria yang malang itu disiksa setiap hari. Suatu hari mereka memindahkannya ke sel lain. Sebelumnya dia disekap di antara empat dinding yang sangat kokoh dan rapat, di mana tidak ada cahaya yang masuk ke dalam. Dalam sel yang baru itu, ada sebuah lubang yang dapat dipakai<span>  </span>untuk melihat langit yang biru di siang hari dan bintang-bintang di malam hari. Pria malang itu sangat gembira. Dia menulis surat kepada keluarganya, dia menceritakan keberuntungannya. Karena di dalam sel yang gelap itu ia masih bisa melihat cahaya dari luar. Pria itu merasa sangat senang dan bersukacita.</i></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><i><span> </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Dalam Injil Lukas yang baru saja kita dengar tadi, kita dapat menemukan adanya tiga tahapan sejarah kelahiran Yesus, yakni: <i>pertama</i>, laporan tentang peristiwa sejarah dengan disebutkannya nama kaisar Agustus; <i>k<span>edua</span></i>, mengungkapkan tafsiran Gereja Purba mengenai kejadian tersebut (peristiwa kelahiran Yesus); dan tahapan yang <i>ketiga</i> adalah tambahan dari penginjil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem menaati perintah kaisar, dan peristiwa kelahiran Yesus yang terjadi dalam keadaan miskin merupakan inti kisah Injil Lukas pada malam ini. Peristiwa kelahiran Yesus ini merupakan cahaya dan harapan baru bagi umat beriman yang menantikan kedatangan Sang Juru Selamat. Cahaya (terang) adalah lambang kehadiran Kristus di tengah-tengah umat-Nya. Istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan keilahian Yesus.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Dikatakan demikian: “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Allah bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan (Luk 2: 9)”.Warta malaikat kepada gembala ini ditandai dengan “sinar kemuliaan Tuhan” dan rasa gentar para gembala di hadapan Allah, suatu keajaiban, dan ini merupakan penggenapan nubuat-nubuat nabi Mikha.<span style="color:red;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Semua ini membuat peristiwa kelahiran Yesus menjadi suatu yang istimewa, yaitu bahwa mulai saat itu Tuhan hadir di tengah dunia, dan di tengah umat manusia. Kini saatnya tiba bahwa Tuhan datang untuk menyertai kita sebagai Imanuel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Telah tiba saatnya Allah melaksanakan karya penebusan-Nya, karya yang telah dirancang-Nya sejak awal mula. Sejak manusia pertama (Adam dan Hawa) itu memilih kegelapan (dosa) dari pada terang (kehidupan yang berasal dari Allah); Mengutamakan ciptaan dari Penciptanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ketika sesudah banyak abad dosa itu mencapai kepenuhannya, maka Allah dalam keputusan-Nya seakan-akan mengatakan, “sekarang telah tiba saatnya untuk menyatakan belas kasihan-Ku dengan umat manusia, sekarang akan Kuhadirkan di tengah-tengah mereka manusia yang sempurna. Dia akan menanggung segala dosa, segala duka dan derita, bahkan kematian yang ngeri akan dialami-Nya, mewakili bangsa manusia yang terjerat<span>  </span>dalam dosa dan yang tidak berdaya meloloskan diri dari jerat itu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Maka terjadilah pada suatu malam seperti malam ini, di waktu gelap; lahirlah Dia yang dinanti-nantikan. Dia yang akan meremukkan kepala ular; sumber dosa; yang akan menghancurkan dosa dan maut, memberi silih yang sempurna atas dosa Adam serta keturunannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Di tengah kegelapan malam itu, mulailah bersinar suatu Cahaya, Cahaya yang berasal dari “kemuliaan Tuhan”. Cahaya kemuliaan itu tampak bersama para malaikat yang mewartakan kabar sukacita kepada para gembala. Cahaya itu juga tampak melalui bintang-bintang ajaib yang mengantar para sarjana dari Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kedua Cahaya ini bersinar,untuk mempertemukan para gembala dan para sarjana dengan <b>Sang Cahaya</b> yang ada di kandang. Sebagai mana dikatakan oleh Yohanes dalam Injilnya, “Akulah terang dunia; barang siapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yoh 8: 12)”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Setelah kita membayangkan, melihat, bagaimana cahaya itu menerangi dan mengalahkan kegelapan malam, sekarang saya mau mengajak anda sekalian untuk sebentar bermenung dan berimajinasi bagaimana seandainya di tempat kita pada malam ini tidak ada cahaya. Apakah kita saling mengenali wajah orang lain yang ada di sebelah kiri dan sebelah kanan, di depan dan di belakang anda? Seandainya anda diminta untuk berjalan keluar dari ruangan ini, dan diminta untuk mengambil sandal anda masing-masing yang anda letakkan di depan pintu masuk itu, apakah anda masih dapat mengenali sandal anda dalam kegelapan itu ? Masih dapatkah anda memilihnya dengan tepat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ada dua macam kegelapan yang dapat menguasai kita: yang <i>pertama</i> adalah kegelapan yang berada di luar diri kita, sebagaimana yang telah kita bayangkan bersama-sama tadi. Kegelapan yang seperti ini dapat dengan mudah kita kenali karena nampak dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Yang <i>kedua</i> adalah kegelapan yang berasal dari dalam diri kita, yakni yang ada di dalam hati manusia, yang olehnya manusia melakukan tindakan yang tidak terpuji. Misalnya, membunuh, memerkosa, memfitnah, iri hati atas keberhasilan orang lain, dan lain-lain. Kegelapan yang berasal dari hati manusia ini selalu menimbulkan tindakan kejahatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pada malam hari ini kita telah menemukan terang itu, yakni<span>  </span>Kristus sebagai terang dunia, di mana kedatangan-Nya ke dunia menghalau kegelapan itu. Semoga terang Kristus ini menembus hati kita, di mana kegelapan itu berada. Sehingga kita sendiri pun menjadi cahaya bagi semua orang. Bila tahanan Nazi itu, merasa gembira dan bersukacita karena dapat melihat cahaya dari dalam tahanannya yang baru itu; bila para gembala dan para sarjana dari Timur telah melihat terang sebagai petunjuk bagi mereka. Maka pertanyaan bagi kita semua adalah sudah adakah cahaya di dalam hati kita? Setelah menemukan sumber cahaya itu, mampukah kita menjadi cahaya bagi orang lain? Yesus adalah sumber terang dan cahaya itu sendiri – pada malam ini kita telah menemukan-Nya. Kiranya terang itu sungguh mampu menguasai kehidupan kita sehingga hidup kita juga menjadi sumber terang dan bercahaya bagi sesama kita, sehingga orang yang menemukan itu dapat bergembira dan bersukacita bersama kita. Amin<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">******</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=36&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah Begitu Mencintai Manusia</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 10:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun A
25 Desember
Misa –Natal Pagi
Bacaan: Yes 52: 7-10; Ibr 1:1-6; Yoh 1:1-18
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
 
Allah Begitu Mencintai Manusia
          
Pada hari ini kita sungguh berbahagia karena sang Penyelamat lahir untuk kita. Hari raya Natal adalah hari raya di mana Allah  menyamakan diri-Nya dengan manusia. Allah menjadi manusia dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=35&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Tahun A</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">25 Desember</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Misa –Natal Pagi</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Bacaan: Yes 52: 7-10; Ibr 1:1-6; Yoh 1:1-18</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p class="MsoSubtitle"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle"><b><span style="font-size:14pt;">Allah Begitu Mencintai Manusia<span></span></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>          </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Pada hari ini kita sungguh berbahagia karena sang Penyelamat lahir untuk kita. Hari raya Natal adalah hari raya di mana Allah<span>  </span>menyamakan diri-Nya dengan manusia. Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Hari Raya Natal merupakan hari raya di mana Allah begitu mencintai umat manusia. Melalui hari raya Natal kita semakin mengenal Allah dalam diri Yesus Kristus. Allah begitu mencintai kita umat manusia yang diciptakan-Nya seturut gambar dan rupa-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Melalui bacaan pertama, Nabi Yesaya menyerukan kedatangan Yesus Kristus sebagai pembawa berita yang mengabarkan berita damai dan memberikan kabar baik<span>  </span>yang menggambarkan berita keselamatan. Yesus yang lahir ditampilkan sebagai tokoh Allah<span>  </span>yang hadir di dunia. Yesus membawa kabar keselamatan Allah bagi manusia. Seluruh dunia telah menyambut kedatangan Yesus Kristus yang telah dijadikan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kita sudah sering mendengar bacaan Injil ini, secara khusus pada waktu hari raya Natal. Bahkan Injil hari ini akan sulit kita pahami kalau kita merenungkan dengan pikiran kita. Tetapi, kita akan lebih mudah memahami Injil ini, kalau kita berangkat dari keyakinan atau kepercayaan kita akan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Artinya, Allah yang adalah Firman itu sendiri, tinggal di antara manusia. Allah hadir dalam kehidupan manusia melalui putra-Nya Yesus Kristus. Allah yang hadir di dunia melalui Yesus Kristus sama seperti manusia. Allah yang dilahirkan, disusui, digendong dan lain sebagainya, sama seperti manusia. Allah seolah-olah tidak puas dengan menciptakan manusia menurut citra-Nya, tetapi Dia mau sekaligus menjadi manusia itu sendiri dalam diri Yesus Kristus. Singkatnya, Allah yang adalah Firman hadir di dunia melalui anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus yang lahir hari ini. Kelahiran Yesus menunjukkan pada kita kemanusiaan-Nya. Demikian juga ketika Yesus bangkit pada hari paskah menunjukkan bahwa Dia adalah Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kalau Allah sendiri begitu mencintai kita, maka manusia seharusnya lebih mencintai sesama manusia lainnya. Kita harus lebih bisa senasib dengan mereka. Namun, yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Sesama manusia tidak lagi semartabat di hadapan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Pada jaman sekarang ini banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi di negara kita ini. Mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang berbaur anarkis dan bahkan hukuman tembak mati bagi manusia. Hidup manusia yang berasal dari Allah sendiri dan Dia sendiri yang berhak atas hidup tersebut, sudah mulai dikuasai manusia. Manusia seolah-olah berkuasa atas hidup manusia. Peristiwa ini masih hangat bagi kita, ketika Tibo dan kawan-kawannya ditembak mati.<span>  </span>Kuasa Allah semakin dipertanyakan. Padahal Allah begitu mencintai manusia, sampai Dia datang ke dunia ini melalui putra-Nya Yesus Kristus yang kita rayakan hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Dia akan menjadi pembawa suka cita dan keselamatan bagi manusia, karena begitu cinta-Nya akan ciptaan-Nya, terutama manusia yang secitra dengan-Nya. Cinta kasih-Nya ditunjukkannya, ketika Dia tergantung di salib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Peristiwa kelahiran Yesus hari ini menjadi suatu permenungan bagi kita umat Allah yang dicintai-Nya. Dia rela mati disalib demi kita dan dosa-dosa kita. Bagi Allah semua manusia itu sama<span>  </span>martabatnya di hadapan-Nya. Apakah itu, pegawai, pejabat, jenderal, orang miskin adalah makhluk ciptaan-Nya yang bermartabat. Pada pesta Natal ini, kita merayakan cinta Allah yang tak terbatas dan martabat manusia begitu dicintainya. Pesta Natal merupakan penghormatan dan pengakuan paling tinggi terhadap martabat manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Oleh karena itu, pesta Natal ini akan bermakna apabila diungkapkan cinta itu kepada Allah dan kepada sesama manusia. Tanpa hal itu dilaksanakan bagaimanapun meriahnya Natal itu, ia kehilangan maknanya. Natal yang kita rayakan hari ini bukan sekedar perayaan liturgi yang begitu meriah, tetapi Natal menjadi cinta<span>  </span>yang terjadi dalam kehidupan manusia sampai Dia rela datang ke dunia ini melalui putra-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Peristiwa Natal ini kiranya menjadi perwujudan cinta di dalam keluarga, di dalam lingkungan, bahkan cinta bagi siapa saja. Cinta itu bisa diungkapkan melalui memberi diri, memberi perhatian, memberi jasa, memberi apa yang kita miliki. Dengan pemberian itu, kita mengambil bagian dalam pemberian Allah kepada manusia. Melalui pemberian kita itu, kita mau menerima dan mengimani kehadiran Allah melalui Yesus Kristus di dunia. Berarti kita mau mengubah diri kita pada hari raya Natal ini. Amen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>*********</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=35&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Berjaga-jagalah senantiasa”</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/17/%e2%80%9cberjaga-jagalah-senantiasa%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/17/%e2%80%9cberjaga-jagalah-senantiasa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 14:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/17/%e2%80%9cberjaga-jagalah-senantiasa%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Tema: “Berjaga-jagalah senantiasa”
Minggu Adven I, Tahun A, 2 Desember 2007
&#160;
Bacaan: Yes 2:1-5; Rm !3:11-14; Mat 24:37-44
 
         Tidak semua orang yakin bahwa dunia mempunya akhir. Keyakinan ini tentunya mengandaikan keyakinan lain bahwa dunia tidak mempunyai awal. Paham ini dianut oleh Kaum Stoa dan Agama Hindu dengan ajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=28&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Tema: “Berjaga-jagalah senantiasa”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Minggu Adven I, Tahun A, 2 Desember 2007</span></strong></p>
<p style="border-color:rgb(0,;border-style:none none solid;border-width:medium medium 1pt;padding:0 0 1pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:center;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Bacaan: Yes 2:1-5; Rm !3:11-14; Mat 24:37-44</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span><span>         </span>Tidak semua orang yakin bahwa dunia mempunya akhir. Keyakinan ini tentunya mengandaikan keyakinan lain bahwa dunia tidak mempunyai awal. Paham ini dianut oleh Kaum Stoa dan Agama Hindu dengan ajaran reinkarnasinya. Mereka memandang perjalanan dunia membentuk siklus yang tak pernah habis.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:normal;"><span><span>         </span>Tapi bagi orang Kristen, pengakuan akan awal dan akhir dunia mendapat pendasarannya dalam Kitab Suci. Allah, yang kita yakini berada di luar ruang dan waktu, telah menciptakan dunia dari ketiadaan. Dengan menciptakan dunia, mulailah sejarah berjalan. Kemudian, Yesus dengan amat yakin mengatakan demikian: “Tentang akhir dunia, tak seorang pun tahu, malaikat pun tidak, Anak pun tidak, hanya Bapa yang tahu” (Mat 24:36). Kita sebagai orang Kristen meyakini sejarah berjalan secara linier, berawal dari Allah dan berpuncak/berakhir pada Allah. Kita tentu yakin bahwa Kitab Suci sebagai buku iman dan berisi Wahyu Allah, benar. Tentang hal ini St. Thomas Aquinas, pujangga gereja itu, berkata: “Menurut logika manusia dunia ini kekal, tak mempunyai awal dan akhir; tapi karena Kitab Suci dengan amat tegas mengatakan bahwa dunia mempunyai awal dan akhir, saya percaya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Banyak orang bertanya: “Kapankan akhir dunia tiba?” Yesus sudah mengatakan: “Hanya Bapa yang tahu.” (Mat 24:36) Tapi dalam perjalanan sejarah, toh terdapat beberapa tokoh yang menganggap diri nabi dan meramalkan tibanya akhir zaman. Mereka mencoba menerjemahkan lambang-lambang dan angka-angka yang terdapat dalam Kitab Suci. Sebut saja William Muller. Ia meramalkan akhir zaman berdasarkan nubuat Daniel mengenai pembersihan Bait Allah di Yerusalem setelah 2300 hari (lih. Dan. 8:14). Miller menafsirkan 2300 hari sebagai 2300 tahun. Ia menghitung mulai tahun 457 sM, masa Daniel, dan diperoleh angka 1843. Ramalan Miller membuat panik warga Boston, AS. Banyak orang menunggu dengan harap-harap cemas. Tapi nyatanya tahun 1843 berlalu biasa saja. Hingga kini, sejarah dunia tetap berjalan. Beberapa tahun lalu, Mangapin Sibuea menggegerkan Indonesia dengan ramalan<span>  </span>akhir zamannya. Orang-orang yang percaya dengan ramalan itu menggabungkan diri dengan Sibuea setelah menjual seluruh hartanya seturut perintah Sibuea, Mereka menunggu. Tapi, akhir zaman juga tak kunjung datang. Malah Sibuea ditangkap oleh pihak yang berwajib. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Kita sebagai orang Kristen juga menantikan datangnya akhir zaman. Penantian kita, oleh bunda gereja kudus, disatukan dalam masa khusus yaitu Adven. Penantian menjadi tema sentral masa Adven yakni penantian akan parusia dan kelahiran Yesus. Parusia (yun. <em>Parousia</em>) berarti kehadiran, kedatangan, kunjungan resmi penguasa. Dalam I Tes. 4:15 dan I Kor. 15:23), kata parusia sudah dipakai untuk meyebutkan kedatangan Yesus kembali dalam kemuliaan pada akhir zaman untuk mengadili dunia (lih. Mat. 24:39; 25:31-46). Pada waktu itu, Kristus akan tampak untuk kedua kalinya. Orang-orang Kristen menantikan dengan sabar. Injil-injil Sinoptik menggabungkan penantian akhir zaman ini dengan peringatan untuk berjaga-jaga. Parusia menjadi tekanan pertama. Sementara tekanan kedua adalah penantian akan kelahiran Yesus (peringatan kelahiran Yesus). Parusia menjadi penantian jangka panjang sementara kelahiran sebagai penantian jangka pendek. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Penantian memang menumbuhkan sikap cemas sekaligus gembira. Seperti seorang ibu muda yang menantikan kelahiran anak pertamanya diliputi rasa rindu, cemas dan gembira, demikianlah suasana/nuansa pada masa Adven. Nasehat paling bijak untuk menjalani masa ini adalah berjaga-jaga/waspada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Dalam bacaan I, Yesaya dengan amat optimis menubuatkan bahwa pada hari terakhir segala bangsa akan berduyun-duyun ke gunung Tuhan. Di sana, Tuhan akan mengajarkan jalan-jalan-Nya dan menjadi hakim atas seluruh umat manusia. Tombak akan ditempa menjadi mata bajak, dan pedang menjadi pisau pemangkas. Dengan ini mau dikatakan bahwa perang dan segala bentuk kekerasan lainnya tak akan ada lagi. Tapi untuk sampai pada hari terakhir ini, kejadian-kejadian mengerikan akan terjadi. Yesus, dalam Mat 24:3-14; 29-36 melukiskannya demikian: “Mesias-mesias palsu akan bermunculan dan menyesatkan banyak orang; perang terjadi di mana-mana, pengikut Kristus disiksa dan dibunuh secara keji. Sesudah itu, matahari akan menjadi gelap, bulan tak lagi bercahaya, bintang-bintang berjatuhan dari langit. Setelah semua ini terjadi, Anak Manusia akan datang di atas awan-awan di langit dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Dalam sejarah dunia, sebagian dari ramalan Yesus ini sudah terjadi. Pada masa kekaisaran Roma, khususnya abad pertama sampai abad ketiga masehi, begitu banyak orang Kristen mati demi mempertahankan imannya. Lalu pada awal abad dua puluh ini, perang dunia I dan II menjadi catatan hitam dalam sejarah dunia. Berjuta-juta orang mati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Pada zaman sekarang, banyak berita memprihatinkan tentang situasi dunia saat ini, sebut saja ancaman senjata nuklir, perang tak berkesudahan antara Israel dan Palestina, ancaman terorisme, ozon yang semakin <em>bolong-bolong</em>, pemanasan global, krisis energi dunia dan aneka bencana alam yang datang silih berganti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Sungguh, dunia semakin tua dan rapuh, sementara para ilmuwan dan antariksawan belum menemukan planet yang cocok sebagai tempat baru bagi umat manusia. Kemanakah manusia akan pergi ? Melihat situasi ini, amat relevanlah pesan Yesus dalam Injil hari ini: “Berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu akan datang” (Mat 24:42). Bagi kita orang Kristen, akhir zaman harus dilihat sebagai anugerah karena kita akan dipersatukan kembali kepada Allah dalam nama Yesus. Sikap berjaga-jaga yang dimaksud oleh Yesus adalah sikap tekun dan setia menjalankan segala perintah-Nya dalam hidup sehari-hari, menghormati alam ciptaan dengan tidak mengeksploitasinya secara sewenang-wenang, mencintai sesama dan mengarahkan hati kepada Allah. Saat berjaga-jaga adalah saat menata ulang hubungan kita dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesama dan dengan alam ciptaan. Yesus menjadi teladan kita. Dalam hidup-Nya, Yesus mempunyai relasi sangat intim dengan Allah. Ini nyata dalam doa-doa dan karya-Nya. Yesus selalu mengandalkan Allah. Kepedulian Allah pada umat manusia yang dikuasai dosa diteruskan Yesus lewat kepeduliaan-Nya pada orang-orang kecil dan<span>  </span>dicap pendosa oleh masyarakat. Yesus membuktikan bahwa dunia yang berbeda dan dijiwai oleh semangat Ilahi itu mungkin terjadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span>         </span>Yesus membuatnya dalam hidup konkret sehari-hari. Kita sebagai orang Kristen dipanggil untuk meniru Yesus. Paulus dalam bacaan II mengajak kita untuk bangun dari tidur, meninggalkan perbuatan gelap dan mengenakan senjata terang. Semua ini harus nyata dalam hidup sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana di tempat kita berada. Dengan melaksanakan semua ini, kita siap, setiap saat, menyambut datangnya Anak Manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span>Fr. John Paul Saragih OFM Cap</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=28&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/17/%e2%80%9cberjaga-jagalah-senantiasa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat”</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-ii-tahun-a/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-ii-tahun-a/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 09:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-ii-tahun-a/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun A
Minggu Adven II
Tanggal: 9 Desember 2007
Tema: “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat”
&#160;
Bacaan: Yes 11:1-10; Rm 15: 4-9; Mat 3:l-12
 
         Sesuatu yang paling menjengkelkan adalah ketika orang harus berbalik sesudah menjalani perjalanan panjang, karena arah dan tujuan yang ditelusuri itu ternyata salah. Sekalipun menjengkelkan dan terasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=25&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tahun A</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Minggu Adven II</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tanggal: 9 Desember 2007</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tema: “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat”</span></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;border-style:none none solid;border-width:medium medium 1pt;padding:0 0 1pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:center;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Bacaan: Yes </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">11:1-10; Rm 15: 4-9; Mat 3:l-12</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span style="color:#323232;"><span>         </span>Sesuatu yang paling menjengkelkan adalah ketika orang harus berbalik sesudah menjalani perjalanan panjang, karena arah dan tujuan yang ditelusuri itu ternyata salah. Sekalipun menjengkelkan dan terasa berat, tidak mungkin untuk tidak kembali bila ingin tujuan yang sebenarnya tercapai. Demikian halnya dengan pertobatan. Pertobatan itu selalu berat, tetapi tidak mungkin untuk dielakkan. Karena pertobatan adalah tuntutan hakiki dari proses sejarah keselamatan dalam diri setiap orang kristen. Atas dasar inilah Gereja selalu mengajak umatnya untuk melakukan pertobatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span style="color:#323232;"><span>         </span>Lewat bacaan hari ini diketengahkan kepada kita dua tokoh eksentrik yang diutus Allah untuk menyerukan pertobatan. Keduanya bernubuat dengan caranya sendiri. Tokoh pertama adalah Yesaya yang menyerukan pertobatan bagi bangsa Israel dengan cara memperkenalkan sifat-sifat Raja damai yang tidak lama lagi akan datang. Raja yang akan datang itu adalah seorang yang adil dan kedatangan-Nya akan membawa damai bagi manusia dan seluruh alam ciptaan. Pada waktu itu “serigala akan tinggal bersama domba, lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput” (Yes 11:6). Suatu gambaran yang penuh damai, tenang dan tidak ada permusuhan. Dengan cara inilah Yesaya mengajak orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Raja damai itu. Sedangkan tokoh yang kedua ialah Yohanes Pemandi. Ia memulai karyanya dengan berseru-seru: “Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3:2). Banyak orang yang terpesona mendengar pemberitaannya, karena begitu menyentuh dan berkuasa. Bahkan banyak orang Farisi dan Saduki rupanya sangat kagum mendengar khotbah Yohanes Pemandi ini. Sedemikian terpesona hingga mereka datang memberi diri untuk dibaptis. Sedemikian terperangah hingga orang menganggap dia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu itu. Namun, lama sebelum Yohanes tampil, nabi Yesaya telah memperkenalkan siapa sebenarnya Yohanes Pemandi. Dia adalah “suara yang berseru-seru di padang gurun” (Yes 40:3). Dari sini kita ketahui bahwa sebenarnya Yohanes Pemandi bukanlah Mesias yang dinanti-nantikan bangsa Israel, bukan dia Sang Sabda itu. Dia hanya saksi tentang kedatangan Mesias yang adalah terang, supaya semua orang yang mendengarnya percaya dan mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya. Pewartaan Yohanes menunjuk kepada Dia yang akan datang kemudian dan bahwa Dia adalah penggenapan nubuat para nabi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span style="color:#323232;"><span>         </span>Tugas Yohanes Pemandi tidak lain daripada mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. Dia menyatakan bahwa Yesus yang akan datang sesudahnya harus lebih dihormati dan dimuliakan, sebab dengan rendah hati Yohanes mengatakan: “<span>membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”<em> </em></span>(Mat 3:11). Yohanes memberitahukan bahwa telah tiba saatnya Allah akan menyatakan Kerajaan-Nya sebagai pemenuhan kerinduan umat manusia berabad-abad lamanya. Ini merupakan pesan yang amat membahagiakan bagi orang Israel. Mereka telah berabad-abad lamanya dijajah orang-orang Persia, Mesir, dan Siria. Dan sekarang mereka harus tunduk kepada Herodes dan penguasa Romawi. Maka pesan Yohanes tentang kedatangan Mesias bagaikan nyanyian merdu di telinga mereka. Tujuan satu-satunya yang ingin ia patuhi ialah mengkhotbahkan bahwa Juru Selamat akan datang. Yohanes sebagai simbol Adven sangat jelas dalam bacaan hari ini, yang ditulis oleh pengarang Injil Matius. Sebagaimana Yesaya dan Yohanes Pemandi memberitakan kelahiran Yesus Mesias di hadapan umum, Gereja juga mengajak kita untuk mempersiapkan kedatangan Yesus lewat masa Adven ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span style="color:#323232;"><span>         </span>Seluruh masa Adven merupakan persiapan kedatangan Yesus, maka dunia sekitar kita pun mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus. Tetapi cara dunia mempersiapkan Natal sangat berbeda dengan makna Natal yang benar. Dunia mempersiapkan Natal dengan materialistis dan bahkan berbau kafir. Coba saja teliti pelaksanaan anda sendiri selama masa menjelang Natal ini. Di tengah segala hiruk-pikuk, di tengah segala kiriman kartu natal dan bingkisan kado dan rencana liburan, tanyalah diri anda, apakah anda sudah membuat persiapan untuk kedatangan Yesus dengan cara rohani? Apakah masa suci Adven menggugah anda untuk melakukan sesuatu yang rohani untuk merayakan kelahiran Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#323232;"><span>         </span>Secara simbolis Injil berbicara tentang “<span>mempersiapkan jalan bagi Tuhan, meluruskan jalan bagi-Nya”<em> </em></span>(Mat 13:3). Persiapan dan pelurusan ini bukan supaya Tuhan senang karena tidak ada hambatan yang menghalangi kedatangan-Nya, melainkan karena ini berkaitan dengan nasib manusia yang punya &#8216;jalan&#8217; itu. Jika jalan kehidupan itu siap, lurus, beres, tak bercela, tidak ada lubang maka siaplah semuanya. Sebaliknya, jika banyak lobang di sana-sini, yang </span><span style="color:#363636;">berarti hidup tak karuan akan dengan sendirinya kedatangan Tuhan merupakan malapetaka baginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 50%;text-align:justify;"><span style="color:#363636;"><span>         </span>Yohanes Pemandi mengkhotbahkan Injil pertobatan untuk penghapusan dosa. Apakah Adven mendorong anda untuk melakukan suatu pertobatan dalam menyambut pesta ini? Korban apa yang akan anda buat sebagai dorongan Adven? Dapatkah anda berkata bahwa anda telah sungguh-sungguh mempersiapkan perayaan kelahiran Yesus dengan suatu cara rohani? Jika anda tidak dapat memberi jawaban “ya” kepada pertanyaan-pertanyaan ini, berarti juga anda telah hanyut dalam arus materialisme. Anda telah menimbuni panggilan Yohanes Pemandi dengan panggilan duniawi. Tetapi Adven masih belum selesai. Masih ada waktu mempersiapkan kelahiran Juru Selamat. Masih ada waktu membuka pintu hati dan membuat tempat yang pantas untuk menerima kelahiran Kanak-Kanak Yesus. Bila kita datang mengunjungi palungan-Nya pada perayaan Natal nanti, jangan datang dengan tangan hampa. Buatlah suatu daftar sikap yang akan anda persembahkan sebagai kado kepada-Nya. Pastikan bahwa pesan Yohanes Pemandi tidak akan jatuh pada telinga-telinga tuli, tetapi akan berakar dan berbunga dalam jiwa anda. Bersiaplah menyambut kedatangan Yesus pada Natal ini. Amin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#363636;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="color:#363636;">Fr. Cresentius Siallagan OFM Cap</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=25&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-ii-tahun-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Bersuka cita dalam pengharapan”</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-adven-iii/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-adven-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 09:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-adven-iii/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun A
Minggu Adven III
Tanggal: 16 Desember 2007
Tema: “Bersuka cita dalam pengharapan”
&#160;
Bacaan: Yes 35:1-6a; Yak 5:7-10; Mat 11:2-11

Manusia pada dasarnya dilahirkan dengan suatu harapan. Misalnya harapan menjadi seorang anak yang sukses, punya cita-cita, menjadi seorang kebanggaan, atau harapan menjadi seorang tokoh dalam masyarakat. Harapan ini sungguh menjadi suatu cita-cita bagi setiap orang untuk mencapai suatu kebahagiaan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=23&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="background:white 0 50%;text-align:center;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tahun A</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p align="center" style="background:white 0 50%;text-align:center;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Minggu Adven III</span></strong></p>
<p align="center" style="background:white 0 50%;text-align:center;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tanggal: 16 Desember 2007</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p align="center" style="background:white 0 50%;text-align:center;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Tema: “Bersuka cita dalam pengharapan”</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p style="background:white 0 50%;">&nbsp;</p>
<p align="center" style="background:white 0 50%;text-align:center;border:medium none;padding:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:#323232;">Bacaan: Yes 35:1-6a; Yak 5:7-10; Mat 11:2-11</span></strong></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Manusia pada dasarnya dilahirkan dengan suatu harapan. Misalnya harapan menjadi seorang anak yang sukses, punya cita-cita, menjadi seorang kebanggaan, atau harapan menjadi seorang tokoh dalam masyarakat. Harapan ini sungguh menjadi suatu cita-cita bagi setiap orang untuk mencapai suatu kebahagiaan. Harapan akan menjadi tinggal harapan ketika orang mengalami kemandekan, putus asa, tidak percaya diri, dan tidak menampakkan perjuangan dalam hidupnya. Orang kehilangan harapan. Tetapi harapan akan tampak bersinar dan cerah bila orang dengan setia dan bersemangat menghadapi situasi apa pun dalam hidupnya. Dan harapan akan semakin kuat terungkap bila ada situasi krisis atau situasi di mana manusia itu kehilangan atau kekurangan segala yang pokok dalam hidupnya.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Hari ini sabda Allah memberi pengertian kepada kita bahwa harapan adalah suatu kehendak dan anugerah Tuhan, yang dengannya orang yang beriman mengharapkan kebahagiaan kekal. Di sini ada suatu kepercayaan yang mutlak ke dalam kemahakuasaan Tuhan. Jadi sebenarnya seluruh hidup kita merupakan suatu harapan akan kedatangan Tuhan. Dalam sejarah penebusan harapan itu terlukis dalam bangsa Yahudi. Harapan itu ditimbulkan dan dihidupkan terus oleh para nabi-nabi terdahulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Kepercayaan yang kita miliki adalah suatu jaminan bagi hidup kita yang akan datang, sebagaimana para nabi memberikan kesaksian tentang kedatangan Tuhan di kemudian hari. Dalam bacaan pertama, Yesaya berbicara tentang suatu masa depan yang cerah dan bahagia. Yesaya merupakan seorang nabi yang tinggal di tengah-tengah bangsa Torani selama masa pembuangan di Babilonia. Ketika bangsa itu dalam kekhawatiran maka Yesaya memberitahukan akan suatu harapan, suatu dunia yang lebih baik. <em>A different world is possible</em> , sebuah dunia yang berbeda, yang lebih baik adalah mungkin, Seielah pembuangan<span> </span>bangsa<span> </span>Israel,<span> </span>para<span> </span>Nabi menjanjikan<span> </span>bahwa<span> </span>Tuhan<span> </span>akan mengadakan suatu perjanjian baru bahwa Yang Terurapi akan memurnikan dan menebus bangsa-Nya, dan kerajaan Yahwe akan didirikan di seluruh Israel dan segenap jagat raya.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Sementara dalam Perjanjian Bara pengharapan berlandaskan keyakinan bahwa Tuhan telah mengadakan dan menjanjikan suatu kesepakatan bara dalam Yesus Kristus melalui hidup, wafat dan kebangkitan-Nya. Kesanggupan pengharapan kita berasaskan penebusan melalui Yesus Kristus. Kristus adalah dasar pengharapan kita. Tanpa Dia kita tidak akan berpengharapan dan akan lenyap di dalam dosa. Yang dimaksudkan dengan Kristus sebagai pengharapan kita adalah bahwa kita semua, baik yang benar maupun pendosa, bisa, boleh, dan harus mengharapkan Kristus, bahwa Dia akan menyelamatkan kita semua dan menuntun kita menuju kebahagiaan kekal. Bagi murid-murid Kristus, ini berarti mereka menempatkan pengharapan mereka di dalam diri dan hidup Kristus. Bukan yang lain.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Bersuka cita dalam harapan adalah tema kehidupan bagi seorang Kristen. Seorang Kristen berarti percaya dan setia kepada Yesus Kristus. Dia senantiasa nadir dan tinggal bersama kita. Ini nyata dalam penjelmaan-Nya. Ia datang untuk menyelamatkan kita. Dosa dan kemunafikan kitalah yang senantiasa menghalangi kedatangan Tuhan. Tuhan tidak jauh dari kita, kitalah yang jauh dari-Nya. Karena itulah rahmat Tuhan harus selalu mengisi kekosongan hati kita, dan membukanya bagi Dia. Rahmat-Nya harus membangunkan hati kita, agar kita bersedia menerima-Nya, sehingga hadirat-Nya dapat menerangi hati kita. Rahmat ini adalah lambang terbesar kekuasaan-Nya dan mukjizat-Nya yang terbesar, seperti yang diungkapkan penginjil Matius yakni orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir dan akhirnya memberikan hidup kepada apa yang telah mati (bdk. Mat 11:5). Pengakuan akan kekuasaan Allah itu menjadi futuristik. Hai inilah yang menjadi harapan.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Kepercayaan kepada Yesus, hasrat kepada-Nya, penyerahan diri kepada-Nya menyebabkan kehidupan ilahi ini lahir dalam diri kita, tumbuh seria mencapai seluruh kepenuhan-Nya. Dia menjadikan kita menjadi manusia baru. Sungguh tepat apa yang</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;">dikatakan Injil pada hari ini “yang terkecil dalam Kerajaan surga lebih besar daripada Yohanes” (Yoh 11:11) Kita tidak perlu mengirim utusan kepada Yesus seperti rasul Yohanes dan menanyakan apakah Dia yang kita nantikan itu atau orang lain? Yesus adalah Mesias kita, Dia adalah juru selamat kita. Kita lelah menerima Yesus, kita tidak menolak Dia.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Yang menjadi persoalan sekarang ialah apakah kita orang kristen menjadi harapan bagi dunia sekitar kita akan suatu masa depan yang lebih baik? Apakah kita menjadi dorongan bagi orang lain untuk lebih teguh percaya kepada Allah? Bukankah kita telah mendapatkan kepenuhan harapan kita dalam Kristus? Apakah kita memberi harapan kepada orang sakit, putus asa, orang-orang yang kurang diperhatikan dan disisihkan dengan perbuatan dan kata-kata kita? Apakah kita menjadi pembawa damai? Kita harus menjadi saksi bahwa Yesus adalah kepenuhan harapan kita. Jika kita belum melihat panggilan kita untuk membawa terang dalam dunia yang gelap ini, mungkin hai ini disebabkan karena Yesus belum memenuhi hati kita, Dia belum menjadi pengharapan kita. Dia belum menjadi kepercayaan kita.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:#323232;"><span></span>Jadi sebenarnya sebagai orang yang beriman kepada Kristus yang punya sikap religiositas yang tinggi dan juga mempunyai suatu harapan yang tinggi kita diharapkan mampu mengatasi kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam hidup bermasyarakat. Kita mulai dari hal-hal yang praktis misalnya dari cara berbicara, cara bergaul atau berteman, cara berpikir dan lain-lain. Dengan demikian kita sudah memberikan harapan kepada orang lain untuk menjadikan dunia yang lebih baik.</span></p>
<p style="background:white 0 50%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;color:#323232;font-family:'Times New Roman';"><span></span>Fr. Morizius Aritonang OFM Cap</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&blog=1874284&post=23&subd=bikapalverna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/15/kotbah-minggu-adven-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>