<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BIKAP ALVERNA's Weblog</title>
	<atom:link href="http://bikapalverna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bikapalverna.wordpress.com</link>
	<description>MAJALAH ELEKTRONIK BIARA KAPUSIN ALVERNA SINAKSAK</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Feb 2008 04:45:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bikapalverna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BIKAP ALVERNA's Weblog</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bikapalverna.wordpress.com/osd.xml" title="BIKAP ALVERNA&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bikapalverna.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/20/50/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/20/50/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 10:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/20/50/</guid>
		<description><![CDATA[Perayaan Tahbisan Imam dan Diakon <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=50&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><a href="http://bikapalverna.files.wordpress.com/2008/01/perayaan-tahbisan-imamat-dan-diakon-di-tebing-tinggi.doc" title="Perayaan Tahbisan Imam dan Diakon">Perayaan Tahbisan Imam dan Diakon</a> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=50&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/20/50/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santo Siprianus dari Kartago</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/18/santo-siprianus-dari-kartago/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/18/santo-siprianus-dari-kartago/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 13:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santo-Santa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/18/santo-siprianus-dari-kartago/</guid>
		<description><![CDATA[Santo Siprianus dari Kartago. Penggagas Persatuan Gereja melalui Para Uskup Oleh Fr. Albert Simangunsong Siprianus, seorang kaya dan berbudaya, yang lahir, sekitar tahun 200 dalam keluarga kafir. Ketika ia menjadi Kristen, ia menanggalkan pola hidup lamanya, membagi-bagikan uang dan hartanya kepada orang miskin, serta bersumpah akan hidup suci. Tentang perubahan ini ia menulis: &#8220;Kelahiran kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=48&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><b>Santo Siprianus dari Kartago. Penggagas Persatuan Gereja melalui Para Uskup</b></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh Fr. Albert Simangunsong</p>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/WINXP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" align="left" height="176" hspace="12" width="105" /><!--[endif]--><b>Siprianus</b>, seorang kaya dan berbudaya, yang lahir, sekitar tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/200" title="200">200</a> dalam keluarga kafir. Ketika ia menjadi Kristen, ia menanggalkan pola hidup lamanya, membagi-bagikan uang dan hartanya kepada orang miskin, serta bersumpah akan hidup suci. Tentang perubahan ini ia menulis: &#8220;Kelahiran kedua ini telah menciptakan manusia baru dalam diri saya, dengan hembusan Roh dari surga.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang mantan guru retorika dan orator terkenal, Siprianus yang fasih berbicara dan saleh ini menanjak melalui jenjang karir di gereja sampai menjadi Uskup <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartago" title="Kartago">Kartago</a> sekitar tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/248" title="248">248</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun ia terlatih dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Yunani&amp;action=edit" title="Sastra Yunani">sastra Yunani</a> dan Romawi klasik, Siprianus bukanlah seorang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teolog" title="Teolog">teolog</a>. Tidak seperti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tertulianus" title="Tertulianus">Tertulianus</a>, orang yang dia kagumi, Siprianus adalah orang <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pragmatis&amp;action=edit" title="Pragmatis">pragmatis</a>, seorang yang tidak suka bertengkar, dan ia tidak menghiraukan pertengkaran tentang teologi pada masanya. Yang diinginkannya hanyalah persatuan di gereja. Di gereja yang tidak ada kesatuan, ia mencoba menyatukan orang-orang Kristen melalui kuasa para uskup.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaisar Romawi, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Decius&amp;action=edit" title="Decius">Decius</a>, telah menganiaya orang-orang Kristen dan menyebabkan beberapa orang menyangkal iman mereka. Decius tidak berniat menjadikan mereka <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Martir" title="Martir">martir</a>, karena hal itu akan menarik perhatian yang lebih besar bagi kekristenan. Tetapi, ia menyiksa orang-orang Kristen dengan harapan mereka akan mengakui bahwa &#8220;Kaisarlah Tuhan&#8221;. Mereka yang berbuat demikian dikenal sebagai orang-orang yang telah &#8220;murtad&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Kristen yang bertahan, yang disebut &#8220;pengikut setia&#8221; itu seringkali memandang rendah orang-orang murtad tersebut. Maka sebuah konsili para uskup dibentuk untuk membuat peraturan-peraturan ketat dalam hal penerimaan kembali para orang murtad tersebut. Akibat ketatnya peraturan ini, seorang imam bernama <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Novatus&amp;action=edit" title="Novatus">Novatus</a> memulai sebuah gereja saingan yang memberi kesempatan bagi orang-oring murtad itu menjadi anggotanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun Siprianus tidak mengalami penyiksaan karena imannya, ia tidak setuju dengan perpisahan ini. Ia yakin bahwa orang percaya sejati harus menjalani hukuman untuk menebus dosa, untuk membuktikan imannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hukuman untuk penebusan dosa itu terdiri dari penyesalan selama suatu masa tertentu dan setelah itu, orang tersebut dapat diterima kembali dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjamuan_Kudus" title="Perjamuan Kudus">Perjamuan Kudus</a>. Begitu ia menyelesaikan &#8220;masa penyesalannya&#8221;, ia akan tampil di hadapan jemaat dengan berpakaian goni serta melumuri badan dengan abu, dan di situlah sang uskup akan menyatakan pengampunan baginya. Siprianus merumuskan ini sebagai sistem berskala — semakin besar dosanya, maka semakin lama pula masa penyesalannya. Idenya mendapat sambutan dan menjadi disiplin gereja paling kuat — yang terkadang disalahgunakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/251" title="251">251</a> Siprianus mengadakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konsili_Kartago&amp;action=edit" title="Konsili Kartago">konsili di Kartago</a> dan di situlah ia membacakan karyanya, &#8220;Persatuan di dalam gereja&#8221;, karyanya yang terkenal dan yang sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Gereja, katanya, adalah lembaga ilahi, yaitu mempelai Kristus, dan hanya ada satu mempelai. Hanya di dalam gereja manusia akan mendapatkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keselamatan" title="Keselamatan">keselamatan</a>, di luar itu yang ada hanyalah kegelapan dan kebingungan. Di luar gereja, sakramen dan para rohaniwan — bahkan Alkitab — tidak ada artinya. Seseorang, secara pribadi, tidak dapat menjalankan kehidupan Kristen melalui kontak langsung dengan Allah; ia membutuhkan gereja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan diterimanya ide ini, tentu saja, para <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uskup" title="Uskup">uskup</a> mendapat kuasa lebih besar. Siprianus juga mencetuskan ide bahwa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Misa" title="Misa">misa</a> adalah pengorbanan tubuh dan darah Kristus. Karena para imam menjalankan fungsinya dalam ibadah atas nama Kristus, maka hal ini pun meningkatkan kuasa mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Siprianus meninggal karena penyiksaan Kaisar <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Valerianus&amp;action=edit" title="Valerianus">Valerianus</a>. Karena ia menolak melakukan persembahan korban bagi dewa-dewa kafir, maka kepala Uskup Kartago itu dipenggal pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/258" title="258">258</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=48&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/18/santo-siprianus-dari-kartago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tema Alienasi dalam Filsafat Hegel</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/12/tema-alienasi-dalam-filsafat-hegel/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/12/tema-alienasi-dalam-filsafat-hegel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 10:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[alienasi]]></category>
		<category><![CDATA[dialektika]]></category>
		<category><![CDATA[hegel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/12/tema-alienasi-dalam-filsafat-hegel/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;             Karya-karya teologis Hegel tentang agama sangat mewarnai paham filsafatnya di kemudian hari. Studi Hegel tentang agama ini bermaksud untuk memulihkan kesatuan asali yang lenyap dalam agama Kristen. Dia mengritik ide filsafat Pencerahan yang memandang bahwa agama Kristen hanyalah agama yang rasional dan otoriter. Menurut Hegel, pandangan yang demikian hanya akan mencabut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=47&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">&nbsp;</p>
<p>            Karya-karya teologis Hegel tentang agama sangat mewarnai paham filsafatnya di kemudian hari. Studi Hegel tentang agama ini bermaksud untuk memulihkan kesatuan asali yang lenyap dalam agama Kristen. Dia mengritik ide filsafat Pencerahan yang memandang bahwa agama Kristen hanyalah agama yang rasional dan otoriter. Menurut Hegel, pandangan yang demikian hanya akan mencabut semangat asli para penganutnya, khususnya bangsa Jerman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Penghayatan agama yang diinginkan oleh Hegel adalah seperti yang telah dihidupi oleh agama Yunani kuno. Menurutnya, agama Yunani kuno adalah sebuah <i>Volksreligion</i> (agama rakyat) karena berakar pada semangat rakyat dan kebudayaan Yunani yang asli. Namun Hegel juga melihat kelemahan dalam agama Yunani kuno ini, yaitu terlalu bersifat moralis. Bagi Hegel, agama Kristen adalah kesempurnaan semua agama. Dia melihat bahwa agama Kristen mampu menjadi “totalitas etis” yang mencakup kejeniusan intelek dan semangat para penganutnya.<span style="border:1pt none black;background:black none repeat scroll 0 50%;font-size:0;line-height:150%;color:black;padding:0;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Mengapa ide era pencerahan bisa mengatakan bahwa agama Kristen bersifat rasional dan otoriter? Hegel memberikan alasannya dalam kedua tulisannya, yaitu <i>Die Positivität der christlichen Religion </i>(Positivitas Agama Kristen) dan<span>  </span><i>Der Geist des Christentums und sein Glauben</i> (Semangat Kekristenan dan Kepercayaannya). Kedua tulisan ini menjelaskan Teori Alienasi (pengasingan). Tulisan pertama melihat idealisme “komunitas etis” jemaat Kristen perdana, yang dalam perkembangannya mengalami alienasi akibat ajaran dan penghayatan personal yang makin dibatasi geraknya oleh dogma yang kian mengikat. Sementara tulisan kedua menyorot alienasi yang terjadi dalam agama Yahudi. Dalam agama ini, Allah dipandang sebagai tuan dan manusia sebagai budak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Akibat alienasi agama ini, manusia terasing dari dirinya sendiri dan tidak mampu menghayati Allah. Bila hal ini terjadi, lambat laun agama hanya menjadi moralitas kewajiban etis yang berciri Kantianisme. Kendati demikian, Hegel melihat bahwa agama Kristen merupakan kesempurnaan dari agama-agama yang ada. Secara khusus Hegel melihat bahwa Katolisisme mampu mengatasi alienasi ini lewat sakramen-sakramen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Berdasarkan alasan di atas, tema sentral filsafat yang hendak ditekankan Hegel adalah tentang raibnya kesatuan primordial, yaitu hubungan antara Allah dan manusia. Namun menurutnya, hal ini bisa ditemukan kembali lewat totalitas etis, yakni dalam bentuk idealisme! <i>(Fr. Pionius Hendi)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=47&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/12/tema-alienasi-dalam-filsafat-hegel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YESUS</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/yesus/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 02:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/yesus/</guid>
		<description><![CDATA[YESUS Kepenuhan Keselamatan dalam Sejarah  (Dalam rangka menyambut Pesta Agung Kelahiran Yesus Kristus, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) St. Yohanes-Pematangsiantar menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk Natal, 15 Desember 2007 lalu. Demi mendukung dialog Protestan-Katolik, seminar ini menghadirkan dua tokoh dan pakar dalam bidang Kitab Suci Perjanjian Lama, Pastor Serpulus Tano Simamora, Lic.S.S. dan Pdt. Bonar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=45&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b><font face="Times New Roman">YESUS </font></b></p>
<p align="center"><b><font face="Times New Roman">Kepenuhan Keselamatan dalam Sejarah</font></b><b><font face="Times New Roman"> </font></b></p>
<p><font face="Times New Roman"><em>(<span style="font-size:10pt;"><font size="+0">Dalam rangka menyambut Pesta Agung Kelahiran Yesus Kristus, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) St. Yohanes-Pematangsiantar menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk Natal, 15 Desember 2007 lalu. Demi mendukung dialog Protestan-Katolik, seminar ini menghadirkan dua tokoh dan pakar dalam bidang Kitab Suci Perjanjian Lama, Pastor Serpulus Tano Simamora, Lic.S.S. dan Pdt. Bonar H. Lumbantobing, M.Th. sebagai narasumber. Berikut ini adalah presentasi dari <b>Pastor Tano Simamora, Lic.S.S</b>., dosen Kitab Suci di STFT St. Yohanes, Pematangsiantar, yang disarikan oleh panitia seminar.)</font></span></em></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Yesus adalah kepenuhan keselamatan dalam sejarah. Mengapa tidak dipakai terminologi &#8216;sejarah keselamatan&#8217;? Istilah &#8216;sejarah keselamatan&#8217; tidak dipilih karena bersifat kisah atau cerita keselamatan, yang diawali dari penciptaan, perbudakan, eksodus, Perjanjian Sinai, Tanah Terjanji, pembuangan, janji penyelamatan, kelahiran Penyelamat, sengsara dan kematian, kebangkitan, turunnya Roh hingga lahirnya Gereja. Mengapa bukan istilah &#8216;<i>drama salutis</i>&#8216; atau &#8216;<i>oiconomia salutis</i>&#8216;? &#8216;<i>Drama salutis</i>&#8216; lebih berciri permainan, lakon atau <i>acting</i>. Dan, &#8216;<i>oiconomia salutis</i>&#8216; pun tidak dipakai karena mengandung pikiran ekonomistis. Sedangkan terminologi &#8216;keselamatan dalam sejarah&#8217;—yang dipinjam dari istilah teolog Oscar Cullmann—menjadi pilihan dalam tema tulisan ini, karena yang hendak ditekankan adalah unsur historisnya. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Keselamatan itu konkret dan historis. Namun kini makna keselamatan mengalami pengaburan. Keselamatan sering terlalu di-spiritualisasi-kan, misalnya penebusan dosa, pengampunan, tobat, datangnya Kerajaan Allah, dst. Martunis, bocah 8 tahun, selamat dari bencana tsunami di Aceh; <i>factum</i> itu berarti Martunis tidak tenggelam di tengah laut. Itulah keselamatan yang konkret dan menyejarah, peralihan <i>ex nihilo ad esse</i> (<i>aus Nichtssein zum Sein</i>), dari tiada kepada ada.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Keselamatan dalam Perjanjian Lama</font></b></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Umumnya orang Kristen mengakui Abraham sebagai orang yang saleh atau bapa orang beriman. Dalam Ul. 26:5b-9 orang Israel mengakui, &#8220;<i>Bapaku seorang Aram&#8230;, pengembara….</i>&#8221; Abraham <i>pars pro toto</i> bagi pengembara. Pengembara itu hidup tanpa jaminan tanah dan tempat tinggal serta tanpa sejarah. Eksistensi kaum pengembara (<i>nomad</i>) inferior terhadap orang menetap (<i>sedenter</i>). Karena itu terjadilah <i>clash of civilization</i> antara kaum <i>sedenter</i> dan <i>nomad</i>, antara kaum agrikultur dan pengembara (bdk. kisah Kain-Habel; Kej 4:2-16). </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ternyata kaum pengembara bertahan hidup. Situasi itu dialami sebagai keselamatan. Mereka mendapat jaminan eksistensi melalui perolehan tanah dan keturunan (Kej 12:1b-3). Mengapa ini bisa terjadi? Tuhanlah yang menghendaki demikian. Tuhanlah yang memilih mereka. Dari sini muncul ide &#8216;Bangsa Terpilih&#8217;. YHWH menyelamatkan yang lemah!</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Momen besar dan penting yang lain dalam pemgalaman keselamatan itu adalah peristiwa Eksodus (keluar dari Mesir). Eksodus menyimpan dua hal (<i>factum historicum</i>): <i>pertama</i>, akarnya adalah peristiwa <i>transhumance</i>, yakni para penggembala harus berpindah jauh; <i>kedua</i>, invasi kaum Hyksos dan pemberontakan kelompok budak di Mesir (kelompok Eksodus?). Dalam sejarah Mesir, ada kelompok budak yang sulit dikendalikan yang disebut <i>&#8216;apiru, habiru, khapiru</i>, yang mirip dan kemungkinan menunjuk pada kata <i>&#8216;ibrani, hibrani</i>. Mereka melarikan diri dari Mesir ke padang gurun. Kelompok itu akhirnya selamat dalam pengembaraan. Mereka meyakini bahwa YHWH membebaskan dan menyertai! Teks programmatis Eksodus ialah Kel 3:7b-10. Teks inilah salah satu yang kemudian menjadi dasar fundamental teologi Pembebasan. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tanah Terjanji adalah tujuan Israel sebagai jaminan eksistensi. Dalam kisah biblis (Yosua) diceritakan bagaimana Israel menaklukkan lawan secara <i>sim salabim</i>. Jika dibandingkan pada masa sekarang, tentara sekutu (AS), yang lengkap dengan persenjataan teknologi super canggih, ternyata kesulitan dan begitu lama menaklukkan Irak. Sesungguhnya Israel masuk ke Palestina dalam rentang waktu lama. Israel terbentuk karena penaklukan dan infiltrasi damai. Maka, Israel dapat dikatakan terbentuk dari konfederasi suku-suku bangsa sekitar <i>amfiktioni</i> (suatu komunitas bersama yang bersifat religius dan sakral di sekitar tempat suci). </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tradisi Yusuf (Kej 37-49) mengatakan bahwa ada 12 suku Israel. Mereka adalah anak-anak Yakub Bapa Leluhur dan ditambah gabungan dari suku-suku lain yang mereka lewati. Hakim-hakim muncul untuk mempertahankan ancaman sporadis bangsa-bangsa tetangga. Ketika muncul bangsa Filistin yang semakin kuat, maka Israel pun didirikan sebagai monarki dengan raja pertama Saul dan dilengkapi dengan organisasi militer yang lebih solid. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ketika imperium adidaya (Assyria-Babilon di utara dan Mesir di selatan) seimbang, maka Israel aman dan makmur. Namun dalam kemakmuran itu kemudian timbul ketidakadilan, yang merupakan bentuk &#8220;kapitalisme pertama&#8221;. Jurang &#8216;<i>penindas</i>&#8216;-&#8217;<i>tertindas</i>&#8216; semakin merebak. Keyakinan akan YHWH perlahan hilang, karena cara beriman (<i>modus credendi</i>) tidak sepadan dengan cara hidup (<i>modus vivendi</i>). Ibadat mereka berlangsung khidmat dan syahdu di dalam rumah ibadat, tetapi di luar mereka berbuat kejahatan dan dosa. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kebobrokan inilah yang dikritik para nabi. Suara orang-orang yang lemah (tertindas) itu adalah suara hati bangsa yang diungkapkan para nabi. Nabi adalah juru bicara YHWH, yang melihat realitas seturut “kacamata” ilahi. Di Israel tidak hadir lagi keselamatan! Nabi terus berteriak tentang keadilan, kesetiaan terhadap YHWH. Mereka adalah pejuang “Hak Asasi Manusia”. Karena ketidaksetiaan akan Yahwisme asali, bangsa Israel hancur dan dibuang. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<h1><font size="3" face="Times New Roman">Keselamatan dalam Perjanjian Baru</font></h1>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dalam PL, YHWH bertindak dalam sejarah lewat peristiwa dan tokoh historis. Dalam PB, YHWH sendiri masuk dalam sejarah inkarnasi (<i>verbum caro factum est</i>, Yoh 1:14). Jadi, perbedaan PL dan PB terletak dalam tindakan keselamatan dalam sejarah; <i>dulu</i> Allah berbicara lewat para nabi, <i>sekarang</i> lewat Anak-Nya sendiri. </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Yesus kerygma (menurut ajaran Gereja) dan Yesus historis sering menjadi persoalan. Persoalan itu berupa bahaya spiritualisasi, mitosisasi, yang menguap di ruang rohani hampa. Seorang teolog, Rudolf Bultmann, mengatakan bahwa perlu “demitologisasi” Perjanjian Baru. </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Yesus adalah keselamatan dalam sejarah. Historisitasnya nampak dalam dua peristiwa berikut: <i>pertama</i>, sejarawan Josefus mengatakan Yesus dieksekusi mati pada tahun kira-kira 30 M; <i>kedua</i>, pengikut-Nya mengaku: <i>Dia bangkit!</i> Lalu, muncul pertanyaan orang Kristen perdana: siapakah Yesus ini? Jawabannya ialah: “Dia Anak Allah! Dia Allah.” Bagaimana dan kapan Dia menjadi Anak Allah atau Allah? Dari penelusuran teologis ditemukan bahwa itu terjadi pada pembangkitan-Nya (Paulus; dalam 1 Kor 15:3-4 dan Flp 2:6-11), saat pembaptisan-Nya (Mrk 1:9-11), sejak Abraham (Mat 1:1-17), sejak kelahiran-Nya (Luk 2:5-14), dan sejak awal-mula (Yoh 1:1-3). </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Puncak refleksi injili adalah Yesus Allah menjadi manusia (Yoh 1:14). Elie Wiesel, seorang yang selamat dari pembantaian Nazi di kamp konsentrasi Auschwitz, menuturkan bahwa ketika seorang anak kecil yang digantung oleh Nazi meronta-ronta, orang-orang berteriak: Di mana Allah? Wiesel menjawab: Allah ada dalam anak kecil yang tergantung itu. Dia tergantung di tiang gantungan. Allah menjadi mahalemah di Kayu Salib dan di Palungan. Allah menjadi manusia, agar manusia menjadi Allah, dengan cara Yesus dan bukan cara Adam-Hawa. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<h1><font size="3" face="Times New Roman">Yesus Allah dan Prinsip Deseleksi</font></h1>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dalam dunia <i>infrahuman</i> terjadi prinsip seleksi alam: bertahan-punah, memunahkan-dipunahkan, memangsa-dimangsa. Sifat brutalitas dan animalitas sangat menonjol. Prinsip yang berlaku <i>the struggle of life </i>dan <i>the survival of the fittest</i>. </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Namun bagi Allah terjadi prinsip deseleksi. Yang paling lemah berhak hidup. Itu terlihat ketika pengembara hidup stabil dengan tanah dan keturunan (Abraham). Budak mengalami kemerdekaan (Eksodus). Bangsa kecil berhak hidup di negerinya (Tanah Terjanji). Kaum lemah berhak di tengah masyarakat dalam hal sosio-ekonomiko-kultural-politis (para Nabi).</font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Yesus yang inkarnasi pun menunjukkan prinsip deseleksi itu. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan manusia yang menjadi Allah. Seruan Yesus ialah ‘Engkau berhak hidup!’ Seruan itu terlihat dalam aksi-Nya ketika memberi makan (pergandaan roti), menerima pendosa, merangkul yang terpinggirkan, menyembuhkan penyakit, dan membangkitkan orang mati. </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Maka dalam dunia <i>human</i> seharusnya berlaku prinsip deseleksi: yang paling lemah berhak hidup. Kini bukan lagi <i>the survival of the fittest</i>, melainkan <i>the survival of the weakest</i>. Manusia adalah <i>animal rationale</i> (binatang yang punya rasio). Animalitas (brutalitas) mesti dikuasai oleh rasionalitas. </font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">YHWH dalam diri Yesus menyelamatkan duinia secara konkret dan historis. YHWH dan Yesus adalah prinsip deseleksi. Yesus adalah manifestasi yang ilahi menjadi yang paling manusiawi. Setiap yang manusiawi selalu berarti yang paling ilahi. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<h1><font size="3" face="Times New Roman">Iman Kristiani adalah Keselamatan dalam Sejarah</font></h1>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Keselamatan itu harus konkret, <i>hic et nunc</i> (di sini dan kini). Orang Kristen meyakini bahwa tubuh mistik Kristus (Gereja) merupakan perwujudan inkarnasi keselamatan Yesus. Karena itu perlu didengungkan seruan terhadap sesama: <i>gaudium et spes</i> (kegembiraan dan harapan), <i>lumen gentium</i> (terang bangsa-bangsa), dan <i>fraternitas mondialis</i> (persaudaraan mendunia).</font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pada masa sekarang ini masih terbentang jurang antara yang kuat dan yang lemah. Aneka ketegangan (ketidakselamatan) tetap berlangsung di depan mata, antara lain mayoritas dan minoritas (etnis, agama), penguasa dan rakyat (KKN), kaya dan miskin, destruksi dan konservasi, laki-laki dan perempuan (bias gender), dll. Lalu, apa peran orang Kristen dalam realitas itu?</font></p>
<p style="text-indent:28.35pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Perlu dihayati bahwa iman Kristiani itu adalah keselamatan dalam sejarah. Tuhan menyejarah hadir dalam diri orang beriman yang meng-inkarnasi-kan penyelamatan itu. Itu terjadi bila <i>modus credendi</i> (cara beriman) orang Kristen sama dengan <i>modus vivendi</i>-nya (cara hidup). </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><i><font face="Times New Roman">Disarikan oleh: Febryanto Silaban, OFM Cap.</font></i><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=45&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIARA CLUNY</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/biara-cluny/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/biara-cluny/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 02:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/biara-cluny/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Fr. Benny Ardi Manurung PENGANTAR             Abad ke-10 adalah masa-masa suram sekaligus menguntungkan bagi Gereja. Masa-masa suram karena banyak penyakit dalam Gereja; korupsi yang merajalela, simoni, imam-imam yang bergundik, takhta kepausan yang bobrok, kaum bangsawan yang merasuki Gereja adalah kenyataan yang biasa pada masa itu. Tetapi menguntungkan, karena justru pada masa-masa sulit seperti ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=44&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font size="2" face="Times New Roman">Oleh: Fr. Benny Ardi Manurung</font></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<h2><font size="3" face="Times New Roman">PENGANTAR</font></h2>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Abad ke-10 adalah masa-masa suram sekaligus menguntungkan bagi Gereja. Masa-masa suram karena banyak penyakit dalam Gereja; korupsi yang merajalela, <i>simoni,</i> imam-imam yang bergundik, takhta kepausan yang bobrok, kaum bangsawan yang merasuki Gereja adalah kenyataan yang biasa pada masa itu. Tetapi menguntungkan, karena justru pada masa-masa sulit seperti ini lahirlah biara Cluny yang membaharui Gereja.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span> </span>Bagaimanapun pula mendalamnya penyakit kemerosotan rohani dan moral itu menggerogoti Gereja, namun ternyata masih ada kekuatan yang dapat dipergunakan untuk merombak gambaran itu secara radikal, bahkan masih sebelum berakhirnya abad ke-11. Dan sebagaimana biara-biaralah yang menyelamatkan Eropa dalam zaman orang-orang Barbar dengan jalan berpegang teguh pada Gereja, demikian pula dalam abad ke-10 sekali lagi biara-biara menyelamatkan Gereja. Bukanlah kepausan, melainkan seperti disebut tadi: biara Cluny, di Burgundia.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span> </span>Melalui sumber-sumber yang ada, saya mau membahas sedikit mengenai biara Cluny itu, berupa sejarah dan bagaimana ia mempengaruhi Gereja ke arah yang benar. Dapat dikatakan bahwa sejarah-biara (termasuk Cluny) pada awal Sejarah Gereja adalah pendidik dan pembudaya; mudah-mudahan juga hingga saat ini.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"></span><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">BIARA CLUNY – <i>awal mula dan perkembangan</i></font></span></b></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Pada permulaan abad X, tepatnya tahun 910 didirikan biara Cluny di kota kecil di Perancis, Burgundia. Biara Cluny didirikan oleh Duke William III, seorang bangsawan yang baik dari Aquitaine. Ia mengangkat abas pertama, Berno dari Baume (910-927), dan menghadiahkan kepada biara Cluny tanah dan uang. William III kiranya melakukan hal tak biasa ini karena dua alasan: (1) dia tidak mempunyai seorang ahli waris dan (2) yang kiranya teramat berarti bagi dirinya sendiri, yakni dia telah melakukan suatu pembunuhan sehingga begitu tertekan oleh hati nuraninya. Langkah ini adalah bagian dari pertobatannya. Namun, tanpa memperhatikan motivasi pribadinya, usaha William itu telah menggagasi pembaharuan hidup monastisisme.</font></p>
<p align="left"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Abas I, Berno dari Baume memiliki kebebasan berpolitik yang disokong situasi di luar kerajaan. Hal ini memberi Cluny fungsi politik sebegitu luas, terutama pihak yang bersekutu dengan biara itu. Sejak permulaannya, biara ini telah mempunyai dua keuntungan yang tak ternilai. <u>Pertama</u>, biara ini tidak dalam kekuasaan uskup setempat pun kuasa dunia lainnya, melainkan langsung di bawah kekuasaan paus. Hal itu membawa kebebasan yang besar, lagipula sebagai biara yang masih muda belumlah mengalami keruntuhan yang hampir merupakan tradisi, yang menghalang-halangi biara yang<span>  </span>lebih tua untuk mengadakan perombakan. <i>Kedua</i>, (pastilah hal ini merupakan faktor yang paling penting dalam jangka dua abad pertama) di antara para abbasnya terbilang sejumlah besar orang-orang kudus: Odo (927-942), Mascal (948-994), Odilo (994-1048), Hugo (1049-1109). Selama masa kepemimpinan mereka diterapkan Aturan Benedektin yang keras. Karena itu mereka mempunyai <i>prestise</i> yang kuat dan punya pengaruh yang besar melebihi raja yang memiliki reputasi jelek yang berkuasa kala itu. Namun, patut dicatat bahwa raja-raja itu menyukai pemimpin-pemimpin ini karena askese dan hidup rohaninya yang tinggi. St. Odo (962-942) pertama-tama melaksanakan pembaharuan itu secara sistematis dan di bawah pimpinannya Cluny mulai mengalami kebangkitan. Kembali pada tradisi monastik awal, ia menempatkan tradisi pembaharuan hidup monastik dan juga hidup kekristenan (kasih, kesopanan dan damai). Dia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pembaharu yang bersemangat. Tahun 931 dia menerima previlege dari paus untuk membawahi setiap biara yang ingin mengikuti pembaharuannya. St. Odilo (994-1049) adalah sahabat para kaisar, pendidik para bapa suci, dan para uskup. Di bawah Odilo,<span>  </span>keunggulan hidup rohani ini semakin mengemuka dan biara-biara Benediktin lainnya ikut bersekutu di mana biara Cluny sebagai kepalanya.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Masa-masa ini boleh dikatakan masa minimnya gelar orang kudus diberikan bagi anggota Gereja. Tak ada satu dari keduapuluh lima paus dalam abad ini yang digelarkan kudus. Lain sekali dengan keadaan di Cluny. Tujuh dari delapan pemimpin biaranya, yang memerintah selama dua setengah abad, dihormati sebagai orang kudus. Dalam takhta St.Petrus sedikit saja dapat dikatakan manusia yang berperilaku baik dan berwatak layak. Salah satunya adalah P.Leo IX yang memulai perubahan dengan mempersatukan tenaga-tenaga ahli yang terpencar di bawah pimpinannya. P.Leo IX adalah yang pertama menentang simoni dan pergundikan.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>            </span></font></span></p>
<h2><font size="3" face="Times New Roman">BIARA CLUNY BERHADAPAN DENGAN KEBOBROKAN GEREJA</font></h2>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span> </span><span>           </span>Penyelewengan yang diberantas Cluny itu rupa-rupanya sudah sebegitu mendalam dan menjadi tradisi yang biasa hingga saat itu, sehingga sulit untuk diubah. Adalah biasa bahwa para bangsawan sering menempatkan putera-puteranya sebagai uskup; uskup demikian yang tidak pantas untuk martabatnya, biasanya kawin ataupun hidup dalam pergundikan, lalu meneruskan takhta keuskupan kepada puteranya sendiri. Lowongan takhta keuskupan biasanya dijual kepada penawar yang tertinggi (semacam praktik pelelangan). Penyogokan dan kekejaman yang sangat biasapun mewarnai zaman ini. Malahan takhta keuskupan pernah diberikan kepada seorang wanita. Kehidupan biarapun tidak kalah bobroknya; pemimpin biara yang kawin dan yang tinggal bersama keluarganya di biara. Begitulah turun–temurun. Mereka yang puas dengan kondisi ini tentu sangat menentang pembaharuan, sebagaimana pernah dialami oleh Uskup Eluin dari biara Lobbes. Ia ditentang oleh teman-temannya dan dianiaya; matanya dikeluarkan dan lidahnya dipotong.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kekejian pun terjadi dalam takhta suci. Yohanes XII, putera dari raja Alberikus di Italia, telah diangkat menjadi paus meskipun umurnya baru 16 tahun. Tentu ia tidak mempunyai gambaran tentang tugas kewajibannya itu. Dan memang, selama hidupnya ia hidup dengan para wanita, mempergunakan hak milik Gereja untuk kepentingannya, mentahbiskan anak-anak menjadi uskup, pesta pora di jamuan makan Lateran, dan akhirnya terbunuh pada umur ke-26.</font></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Cluny mempunyai peran besar ketika berkotbah kepada pasukan Perang salib. Memang, Perang Salib I telah digambarkan sebelumnya oleh Cluny, dan hal itupun berbuah sehingga P. Urbanus II menjadi biarawan Cluny.</font></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kasus investitur adalah hal yang paling nyata terjadi di Perancis, di mana kaisar<span>  </span>mengangkat pausnya sendiri, tetapi ajaran-ajaran Cluny mempengaruhi juga usaha-usaha Henry II dan<span>  </span>penggantinya, Henry III, untuk menumbangkan <i>simoni</i>. Hugo dari Cluny adalah contoh yang paling tinggi sebagai kekuatan dan pengaruh yang dicapai oleh abbas Cluny. Dia menjadi orang kepercayaan dalam pergantian paus dan menjadi penasehat sejumlah rumah kerajaan. Karena bimbingannya, ia membantu Kaisar Henry III dalam memberantas simoni. Dia juga menjadi penengah di tengah perselisihan yang hebat antara Henry IV dan P. Gregorius VII (Hildebrand). Hugo, hadir pada puncak perselisihan mereka, ketika Henry IV dipaksa berlutut di Canossa. Di bawah Hugo, suatu karya dimulai oleh abbas Cluny yang pada generasi berikutnya menjadi kemegahan dunia abad pertengahan. Hal itu ialah gereja dengan lima ruang tengah yang sangat besar yang mulai dibangun tahun 1088 dan diberkati pada tahun 1130. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">SAHABAT-SAHABAT CLUNY</font></b></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Biara Cluny tidaklah berdiri sendiri. Lepas dari Cluny terdapat pula beberapa biara yang mulai mengadakan pembaharuan. Di Inggris misalnya, tepatnya Rhineland, dan di mana-mana terdapat biara-biara independen yang mirip dengan Cluny. Namun demikian, biara Cluny haruslah kita sebut yang pertama, karena dapat mengatur dirinya untuk menjadi pusat usaha-usaha pembaruan yang berserakan tempatnya. Apa yang dilakukan oleh biara Cluny memperlihatkan betapa mendalamnya kedambaan akan pembaharuan yang hidup di kalangan beribu-ribu biarawan dan awam. Dengan sendirinya, terdapat biara-biara yang mengundang para biarawan Cluny agar memimpin pembaharuan. Para uskup dan juga para bangsawan yang mempunyai kekuasaan atas biara-biara ataupun hendak mendirikan yang baru, lebih dahulu meminta nasehat kepada biara Cluny. Panggilan-panggilan baru, kebanyakan terdiri atas kaum muda bangsawan yang terpesona oleh semangat biara Cluny, datang mengalir dan mendirikan biara-biara baru atau memasuki yang sudah lama ada, untuk melenyapkan apa yang usang. Lambat laun biara Cluny yang mula-mula merupakan titik terang rohani itupun mendapat pengakuan resmi sebagai pemimpin organisasi biara yang sangat besar. Kira-kira pada tahun 1100, 300-an biara monastik telah bersekutu dengan biara Cluny yang tersebar di seluruh Perancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Polandia, dan Hungaria; satu abad kemudian jumlah itu lima kali lipat bertambah sehingga telah mencapai jumlah 1500 biara dengan 10.000 orang biarawan, yang tunduk pada kekuasaan pusat dan pengawasan Abas Umum. Para biarawati dari biara-biara sekitar setiap tahunnya juga berkumpul di Cluny. Mereka datang diwakili oleh ibu rumah-nya masing-masing. Semangat religius roh pembaharuan itu rupanya mengawali suatu abad besar pembaharuan hidup monastik secara keseluruhan.</font></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Perkembangan yang pesat itu memberikan kesaksian akan kebutuhan reformasi dalam hidup kebiaraan. Hasil itu bukanlah tanpa perjuangan. Baik di dalam maupun di luar biara timbul banyak perlawanan yang gigih. Alasan-alasan perlawanan bervariasi antara hasrat mencari keselamatan yang pasti dan suatu keinginan untuk tidak kehilangan kebebasannya dan sekaligus ketakutan akan kehilangan kehidupan yang mewah dan gampang, tidaklah dapat menghalang-halangi suatu gerakan yang didorong oleh pengharapan jiwa yang mendalam. Para biarawan dari Fleury dapat bertahan menutup pintu gerbangnya selama tiga hari berturut-turut karena tidak menyetujui kedatangan para penilik dari biara Cluny yang dikirimkan ke sana oleh hertog Burgundia. Para anggota dewan katedral Clermont melakukan serangan bersenjata terhadap biara Saint Loup yang telah mengadakan pembaharuan, serta merusak segala-galanya di sana. Namun, bukti-bukti yang masih dapat diperdalam lagi dari sejumlah contoh lain, tak ada bedanya dari alat-alat yang dipergunakan untuk menentang gerakan pembaharuan. Paksaan, siasat, kelicikan hukum sejak permulaan telah dipakai untuk menghalang-halangi jiwa yang mulai menerobos dari Cluny masuk ke dalam umat Kristen.</font></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<h2><font size="3" face="Times New Roman">PENGARUH CLUNY DI LUAR BIARA</font></h2>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Sebenarnya, tujuan pembaharuan melulu pada biara-biara saja. Namun, lambat laun semangat itu merembes pula kepada kaum sekulir, para imam, uskup dan paus, serta kepada umat beriman seluruhnya. Askese para biarawan dalam mempertobatkan orang memang lain daripada yang lain. Menyolok sekali kehidupan para kepala paroki yang kawin dan memperkaya diri, sehingga mendapat kritik pedas dari umatnya. Kritik itu dapat berupa pemboikotan yang sungguh-sungguh. Lama-kelamaan tak ada seorangpun yang mengingkari adanya pembaharuan, yang baik di dalam maupun di luar biara telah membawa revolusi. Revolusi dengan kejadian-kejadian yang luar biasa pula. Satu contoh disebutkan di sini. Di kota Milano usaha pembaharuan itu sudah dapat menguasai penduduk. Dalam hal itu seorang pertapa bernama Arialdus punya peran penting. Akan tetapi, dia berhadapan dengan seorang uskup agung yang melawan pembaharuan itu. Akhirnya, rakyat marah dan istana kepausanpun menjadi sasaran pengrusakan rakyat. Akan tetapi karena balas dendam maka tampillah seorang saudara sepupu uskup dan dua orang ini menangkap Arialdus di Lago Maggore dan membunuhnya dengan sangat kejam. Dari sini dilihat, pembaharuan Cluny telah menimbulkan pertentangan golongan, yang menyeret biara-biara, kota, bahkan kelompok-kelompok ke dalam pergolakan itu.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">PENUTUP <i>– akhir biara Cluny.</i></font></b></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Aturan <i>Venerabilis</i> Abbas Petrus (1122-1156) mencapai akhir masa keemasan abbas. Kemasyhuran Cluny justru menjadi satu penyebab kemundurannya pada akhir pertengahan abad ke-12. Kemudian, kekuatan dan semangat pembaharuannya beralih pada kongregasi Benediktin, Ordo Citeaux di Burgundia (Cistercian), yang di bawah pimpinan Bernardus, membaharui Aturan Hidup Benediktin. Hal ini semakin memperlemah biara Cluny.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman"><span> </span>Pada abad ke-13 biara Cluny kehilangan kebebasannya<span>  </span>dan berada di bawah pengaruh kerajaan Perancis yang berkuasa pada masa itu. Sebagai akibatnya, diapun semakin kehilangan pengaruhnya. Dalam periode 1567-1570 biara Cluny dirampas oleh orang-orang Huguenot. Kesudahannya bersamaan dengan munculnya Revolusi Perancis, ketika biara itu dibubarkan tahun 1790 dan bangunan-bangunan biara dihancurkan. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyText"><font face="Times New Roman">Biara Cluny dicoba dihidupkan kembali pada masa itu oleh kardinal Richelieu dan Mazarin. Mereka mencoba memulihkan pengaruh Cluny kembali tetapi tidak berhasil. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Saat ini, hanya sedikit puing-puing biara itu yang masih tinggal. Namun, teladan yang pernah ditunjukkan oleh Biara Cluny kiranya menyemangati kita untuk berjuang terus dalam “menyelamatkan Gereja di setiap zamannya.” Tidak perlu sehebat Cluny, sekecil apapun tentu bermakna dan berguna – <i>‘berpikir global dan bertindak lokal.’</i></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"></span><font face="Times New Roman"><b><i><span style="font-size:14pt;">Bahan Bacaan</span></i></b><b><span style="font-size:14pt;">:</span></b></font><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Bellito, Christopher M. <i>Renewing Christianity – a history of Church from day one to Vatican II. </i>New York: Paulist Press, 2001.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Berkhoff, H. Dr. &amp; Dr. I. H. Enklaar. <i>Sejarah Gereja</i>. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1950.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Brauer, Jeral C. “Cluny, Order of,” <i>Dictionary of Church History </i>(Philadelphia: The Westminter Press, 1971), hlm. 215-217.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Embuiru, H. Dr. SVD. <i>Gereja Sepanjang Masa</i>. Ende: Penerbit Nusa Indah, 1967.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Fahlbusch, Erwin, <i>et al.</i> “Cluny, Order of,” <i>The Encyclopedia of Christianity vol. 1 </i><span> </span>(USA: Eerdmans Brill), hlm. 599.</font></span><span style="font-size:14pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-size:14pt;"><font face="Times New Roman">Helwig, W. L. Drs. <i>Sejarah Gereja Kristus (1)</i>. Yogyakarta: Kanisius, 1974.</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=44&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/biara-cluny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH SUKSESI KEPAUSAN</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/sejarah-suksesi-kepausan/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/sejarah-suksesi-kepausan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 02:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/sejarah-suksesi-kepausan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Fr. Febry Silaban   Pengantar             Kedudukan khas paus membangkitkan banyak pertanyaan seputar suksesi kepausan atau konklaf. Bagaimana proses pemilihannya? Apakah paus bisa mengundurkan diri dari jabatannya? Yesus sendiri memilih Petrus sebagai wakil-Nya memimpin Gereja “jauh” sebelum Ia disalib dan wafat, dan Kitab Suci Perjanjian Baru tidak memberi petunjuk bagaimana tata cara menentukan pengganti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=43&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Oleh: Fr. Febry Silaban</font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-variant:small-caps;"><font face="Times New Roman">Pengantar</font></span></b></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kedudukan khas paus membangkitkan banyak pertanyaan seputar suksesi kepausan atau konklaf. Bagaimana proses pemilihannya? Apakah paus bisa mengundurkan diri dari jabatannya? Yesus sendiri memilih Petrus sebagai wakil-Nya memimpin Gereja “jauh” sebelum Ia disalib dan wafat, dan Kitab Suci Perjanjian Baru tidak memberi petunjuk bagaimana tata cara menentukan pengganti Petrus, paus pertama, jika saatnya tiba. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><b><span style="font-variant:small-caps;">Asal-Usul Nama ‘Konklaf’</span></b><span style="font-variant:small-caps;"></span></font></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Pernah terjadi, karena berbagai tekanan politik, para kardinal tidak dapat memutuskan seorang paus hingga hampir tiga tahun lamanya. Maka Konsili Lyons II di bawah Paus Gregorius X pada tahun 1274 mengeluarkan dekrit baru, <i>Ubi Periculum</i>, tentang pemilihan paus. Para kardinal harus diasingkan dalam daerah tertutup (<i>konklaf</i>, dari bahasa Latin <i>con/cum</i>=dengan/bersama, dan <i>clavis=</i>kunci). </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Akhirnya mereka “dikunci” dalam suatu ruangan guna menghindari segala bentuk kekuatan pihak luar dalam mempengaruhi pemilihan. Mereka bahkan tidak diberikan ruangan-ruangan tersendiri. Tak satu pun kardinal diizinkan untuk diurus oleh lebih dari satu orang pelayan, kecuali jika sakit. Mereka tidak diperbolehkan mengirim pesan, baik lisan maupun tulisan. Jika dilanggar maka akan diekskomunikasi. Makanan disediakan melalui sebuah jendela. Walau kemudian dibatalkan, konsili juga menetapkan bahwa jika seorang paus belum terpilih setelah hari ketiga, maka para kardinal hanya akan diberi makan satu kali pada siang hari dan satu kali pada malam hari; dan jika seorang paus masih juga belum terpilih setelah lima hari, mereka hanya akan diberi makan roti, air, dan anggur. Cara hidup yang demikian dimaksudkan memotivasi para kardinal untuk memilih seorang paus tepat pada waktu yang telah ditentukan. Sejak saat itu, pertemuan para kardinal guna memilih seorang paus dikenal dengan istilah “konklaf”.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Pembatasan ransum/makanan ini kemudian dihilangkan, tetapi sistem dan istilah <i>konklaf</i> yang diperkenalkan tahun 1274 ini telah berjalan dan berkembang selama hampir dua milenia. </font></span></p>
<p><span style="font-variant:small-caps;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><b><span style="font-variant:small-caps;">Sejarah Perkembangan</span></b><span style="font-variant:small-caps;"> </span></font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Sejarah pemilihan paus dapat ditelusuri dari abad pertama sejak Tahta Suci di Roma dikukuhkan Petrus dan Paulus tahun 62. Pemilihan pengganti Petrus waktu itu mengikuti tradisi pemilihan uskup diosesan dalam komunitas Kristen purba. Pada dasarnya pemilihan melalui pemungutan suara dari kaum klerus dan awam/rakyat yang tinggal di wilayah diosesan yang bersangkutan.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Karena paus adalah Uskup Roma maka pada saat itu pemilihan paus juga dilakukan melalui pemungutan kaum klerus dan awam Keuskupan Roma. Model pemilihan ini, dengan berbagai variasi, berlangsung sekitar seribu tahun pertama Masehi (hingga abad pertengahan).</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Banyak masalah kemudian muncul. Jelas pertama-tama karena jumlah umat Kristen di antara penduduk Roma makin tahun makin membengkak, sehingga makin sulit mengatur pemungutan suara. Tidak jarang terjadi unjuk rasa yang rusuh untuk memenangkan calon tertentu yang ambisius, tetapi kemudian lebih sering dari kalangan penguasa (politik) yang punya calon sendiri. </font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Pernah pula hasil pemilihan paus digugat, dan muncul paus tandingan (sering disebut antipaus), seperti paus Damasus (366-384) yang ditandingi antipaus Ursinus dan Paus Symmachus (terpilih 498) yang ditandingi antipaus Uskup Agung Laurentius. Kerusuhan-kerusuhan itu mengundang campur tangan politik para penguasa Roma, sedemikian rupa sampai berabad-abad kemudian paus terpilih baru sah setelah dikukuhkan oleh penguasa Roma. Ini berarti setelah hancurnya Kekaisaran Roma, wewenang itu jatuh ke tangan para penakluk Roma, seperti Jerman dan Bizantium (Konstantinopel, sekarang Istambul). Tidak tahan atas penghinaan berabad-abad itu, Paus Gregorius III tahun 731 minta perlindungan politik dari Raja Perancis.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Sinode Lateran tahun 769 secara resmi menghapuskan hak pilih teoretis yang diadakan oleh penduduk Roma. Pemilihan paus diatur sebagai berikut: para kardinal imam dan diakon memiliki hak secara aktif, para klerus hak suara pasif, dan kaum awam hanya suara aklamasi. Dalam peraturan ini diusahakan untuk menyingkirkan pengaruh awam dan politik. Walaupun dalam kenyataan situasi sering berbeda, namun sudah diakui garis dasar dari reformasi Gereja yang akan datang. Karolus Agung, sebagai kaisar, tidak campur tangan dalam pemilihan paus. Ludovikus si Saleh sudah merasa puas akan pemberitahuan mengenai pemilihan yang dilaksanakan. Pada tahun 824, sesudah kematian Paus Paskalis I, pecahlah kerusuhan di kota Roma. Karena itu Ludovikus si Saleh mengirimkan putranya, Lotarius, ke Roma untuk memulihkan keadaan. Sesudah memulihkan keadaan di Roma, Lotarius memberikan peraturan yang menetapkan bahwa pemilihan paus harus disetujui oleh kaisar sebelum paus dapat dikonsakrir dan bahwa orang yang terpilih menjadi paus harus mengucapkan sumpah setia kepada kaisar. Peraturan yang diberikan oleh Lotarius ini disebut juga <i>Constitutio Romana</i>. Walaupun sudah diberikan norma-norma untuk pemilihan paus, namun para kaisar Italia tidak berhasil memaksakan hak-hak ini, dan kelompok orang Romawi yang berkuasa, kaum bangsawan, dan klerus tinggi, sekali lagi memaksakan calon-calonnya.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tahun 824, peraturan itu diputarbalikkan lagi. Partisipasi awam dalam pemilihan aklamasi seorang paus kembali menjadi aturan hingga tahun 1059.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Perubahan besar diperkenalkan tahun 1059, ketika Paus Nikolas II mengeluarkan dekrit baru tentang pemilihan paus. Keputusannya tiga tahap: (1) para Kardinal uskup bersidang dan memilih calon, (2) mereka mengundang para Kardinal Rohaniwan non-Uskup untuk mendapat persetujuan, (3) rohaniwan lain dan awam Roma dimintai dukungan. Sejak itu kepausan secara prinsip dipisahkan dari campur tangan awam Roma, entah penguasa atau bukan.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Tanggal 22 Mei 1073, Hildebrand, seorang rahib dan diakon, yang telah lama bertugas sebagai penasehat beberapa paus, dipilih menjadi paus dengan nama Gregorius VII (1073-1-85). Semakin jelas ia memajukan anggapannya, bahwa sebagai paus di bumi ini, ia adalah wakil Kristus (wakil Raja para raja=<i>vicarius Rex regnum</i>). Menurutnya Kristus adalah ahli waris dari Kaisar Augustus. Kesimpulan yang ditariknya adalah bahwa paus bukan hanya berkuasa dalam hal-hal Gerejani, melainkan juga dalam perkara-perkara duniawi. Itu berarti bahwa paus memiliki hak untuk mengangkat ataupun memecat para penguasa duniawi dan melepaskan para bawahannya dari sumpah setia kepada pemimpin duniawi. Pandangannya ini diungkapkan dengan sangat jelas dalam <i>Dictatus Papae</i>—sebuah dokumen yang berbicara mengenai kuasa paus. </font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Pemilihannya di Roma tidak terjadi menurut aturan pemilihan paus yang ditentukan tahun 1059 dan karena itu juga ia rupanya tidak memberi hormat kepada Kaisar Hendrikus IV. Tidak heran terjadi ketegangan di antara kedua pemimpin tinggi itu. </font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Pada Konsili Lateran III tahun 1179, Paus Alexander III, dalam konstitusi apostolik <i>Licet de Vitanda Discordia</i>, menetapkan bahwa seluruh kardinal menjadi dianggap sama, dan agar pemilihan seorang paus sah, diperlukan dua pertiga suara para kardinal. Peranan kaisar sama sekali tidak disebutkan.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Ketika Paus Klemens IV wafat tahun 1268, para kardinal berkumpul di istana kepausan di Viterbo, Italia. Karena berbagai tekanan politik, para kardinal tidak dapat memutuskan seorang paus hingga hampir tiga tahun lamanya. Akhirnya mereka “dikunci” dalam suatu ruangan guna menghindari segala bentuk kekuatan pihak luar dalam mempengaruhi pemilihan. Konsili Lyons II di bawah Paus Gregorius X pada tahun 1274 mengeluarkan dekrit baru, <i>Ubi Periculum</i>, tentang pemilihan paus. Para kardinal harus diasingkan dalam daerah tertutup (<i>konklaf</i>).<span>  </span></font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Peraturan konklaf yang ketat ini tidak disukai oleh para kardinal dan ditangguhkan oleh Paus Yohanes XXI (1276-1277). Lamanya <i>vacancy</i> (lowong) akhirnya kembali normal hingga pada tahun 1294, ketika seorang rahib yang saleh, Benediktus, menegur para kardinal untuk memakai peraturan konklaf itu kembali. Guna mengakhiri jalan buntu Dewan Kardinal, ia dipilih sebagai sebagai Paus Selestinus V, pada tanggal 5 Juli 1294, meskipun usianya telah 84 tahun. Dia dinyatakan santo pada tahun 1313.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Tanggal 19 Maret 1378, Paus Gregorius XI mengeluarkan bulla “<i>Futuris Periculis”</i> mengenai norma-norma pemilihan paus dalam keadaan darurat. Dalam bulla itu ia memutuskan: pemilihan paus atas permohonan mayoritas relatif para kardinal dapat diadakan di tempat manapun yang aman, dan dapat diubah, juga dapat diadakan tanpa konklaf dan tanpa memperhatikan waktu yang ditentukan, serta kalau perlu dapat juga diadakan di luar kota Roma; cukup suara mayoritas relatif supaya seorang terpilih menjadi paus dan tidak perlu bahwa diperoleh dua pertiga dari jumlah suara. Sesudah kematian Paus Gregorius XI, bulla ini tidak dipakai.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Saat itu, tahun 1378,<span>  </span>mulailah<span>  </span>penduduk Roma membuat kerusuhan. Mereka menghendaki dipilihnya seorang Roma menjadi paus, dengan teriakan, “Kami menghendaki seorang Roma.” Para kardinal menyetujui terpilihnya Urbanus VI, yang bukan seorang kardinal. Kemudian pada tahun yang sama, kardinal-kardinal dari Perancis—yang tidak mengakui Paus Urbanus VI—pergi<span>  </span>ke Fondi. Tanggal 20 September 1378 para kardinal Perancis itu memilih Robertus dari Geneva menjadi paus tandingan, yang memilih nama Klemens VII yang tinggal di Avignon, Perancis. Para kardinal Italia tidak diikutkan dalam pemilihan ini, karena merasa dikhianati. Dengan demikian pecahlah <i>skisma barat</i>. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Demi persatuan Gereja, Konsili di Pisa tahun 1409 berusaha<span>  </span>menyelesaikan konflik tersebut dengan memilih paus yang baru yakni Alexander V. Walaupun dalam Konsili di Pisa ini kedua paus, dari Avignon dan Roma, dinyatakan diturunkan dari tahtanya, namun ternyata mereka tidak mau mundur. Kini terdapat bukan lagi dua paus, melainkan tiga orang yang disebut paus. Konflik Skisma Barat itu akhirnya diatasi oleh Konsili di Konstan pada tahun 1414 dan 1418. Ketiga paus turun atau diturunkan. Dalam konklaf tahun 1417, terpilihlah Odo Colonna menjadi Paus Martinus V. Saat itu juga ia menerima berturut-turut tahbisan diakon, imam dan uskup. Konsili di Konstan memodifikasi peraturan konklaf.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Pius IV mengeluarkan dua bulla yang berhubungan dengan hal-hal kecil tentang pemilihan paus: pertama, <i>Aeterni Patris</i> (1621) berkenaan dengan proses-proses pemilihan; sedangkan bulla yang kedua <i>Decet Romanum Pontificem</i> (1622) menetapkan upacara-upacara (<i>caeremoniale</i>) yang harus dijalankan. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Ada 4 bentuk kemungkinan dalam pemilihan: <i>scrutinium</i> (meneliti dengan cermat)<i>, compromissum</i> (persepakatan)<i>, </i>dan <i>accessus</i> (aklamasi).<i> </i>Jika voting secara aklamasi, para kardinal dengan suara bulat menyatakan paus baru “<i>quasi afflasi Spiritu Sancto</i>”(seakan-akan diinspirasikan oleh Roh Kudus). Jika voting secara persepakatan/kompromi, Kolegia Para Kardinal yang menemui jalan buntu akan memilih komisi para kardinal untuk menyikapi suatu pemilihan. Jika voting secara “scrutinium”, para pemilih memberikan surat suara rahasia, yang tertulis: “<i>Testor Christum Dominum qui me judicaturus est me eligere quem secundum Deum judice eligi debere et quod idem in accessu praestabo</i>”—“Saya bersaksi dalam Tuhan Kristus, yang akan menghakimiku bahwa aku memilih orang yang menurut Allah saya pikir harus dipilih.”<i> </i><span> </span></font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Pemilihan yang terakhir secara kompromi adalah pemilihan Yohanes XXIII (1316) dan secara aklamasi yang terakhir adalah pemilihan Gregorius XV (1621). Peraturan baru yang diperkenalkan Yohanes Paulus II secara resmi telah menghapus sistem-sistem yang lama tak berguna itu. Saat ini, pemilihan selalu dengan surat suara. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><b><span style="font-variant:small-caps;"><font face="Times New Roman">Peristiwa-Peristiwa Lampau sekitar Pemilihan Paus</font></span></b></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">1. <b><i>Paus yang mengundurkan diri</i></b></font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Bapa Suci dapat mengundurkan diri jika ia menghendakinya. Namun demikian, jika seorang paus dipilih sebagai penerus St. Petrus, Gereja mengharapkan bahwa ia tetap mengemban jabatannya hingga akhir hayatnya. Dalam kenyataannya, sepanjang sejarah Gereja, beberapa paus mengundurkan diri karena berbagai alasan, sementara beberapa lainnya diturunkan dari tahtanya karena berbagai alasan pula. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Paus pertama yang mengundurkan diri adalah Paus St. Pontianus yang terpilih pada tanggal 21 Juli 230. Dalam masa penganiayaan umat Kristen, ia dijatuhi hukuman kerja paksa di tambang garam. Sebab itu ia mengundurkan diri sebagai paus guna memungkinkan pemilihan seorang paus baru. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Paus Benediktus IX (1032) memiliki reputasi cemar karena memangku kepausan untuk tiga masa yang berbeda. Pertama, ia berhasil dipaksa rakyat Roma turun dari tahta paus, karena ia masih sangat muda dan tidak berpengalaman. Namun ia berhasil menjadi paus kembali. Dua puluh satu hari kemudian ia mengundurkan diri karena ingin menikah. Lalu, Benediktus IX kembali lagi menobatkan dirinya sendiri sebagai paus; secara teknis pontifikatnya yang ketiga kalinya. Kaisar Henry III, tahun 1048, campur tangan menurunkan Benediktus IX dari tahtanya untuk selamanya.</font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Paus lain yang mengundurkan diri adalah St. Selestinus V, seorang biarawan Benediktin yang terkenal karena kesalehannya yang terpilih tanggal 5 Juli 1924. Segera saja ia menjadi korban muslihat para kardinal dan kaum bangsawan. Ia mengundurkan diri pada tanggal 13 Desember 1294 dan kembali ke biaranya. Paus terakhir mengundurkan diri adalah Paus Gregorius XII (1406-1415).</font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">2.<b> <i>Anti-Paus (Paus tandingan)</i></b></font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Dalam sejarah Gereja Katolik Romawi, pernah ada sekitar 40 orang yang mengaku diri paus yang sah melawan paus yang sudah terpilih. Mereka itu disebut antipaus. Memang pernah terjadi masa-masa tertentu ketika ada beberapa orang paus (paus dan antipaus) memerintah Gereja pada saat yang bersamaan. Tetapi menurut Gereja Katolik, para antipaus adalah tidak sah. Pengganti Santo Petrus harus satu orang saja. Maka menurut perhitungan yang lazim, hingga saat ini sudah ada 265 paus yang sah.<span>    </span></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">3. <b><i>Paus yang berasal dari non-kardinal</i></b></font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Jadi, hanya pria Katolik yang sudah dibabtis—bukan heretik atau skismatik—dapat dipilih oleh para Kardinal. Pernah terjadi seorang paus yang bukan kardinal terpilih, yaitu Urbanus VI. Adapun umat awam biasa yang terpilih sebagai paus terjadi terakhir kali tahun 1294, dengan terpilihnya Selestinus V. Saat ini yang berhak untuk dipilih menjadi paus adalah mereka yang sudah mendapatkan gelar kardinal. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">Karena Gereja Katolik berpegang teguh bahwa wanita tidak bisa ditahbis secara valid dalam Sakramen Imamat Suci, dan sesuai dengan definisinya, paus adalah Uskup Roma, maka wanita tidak pernah dapat dipilih sebagai paus. <i>Legenda Paus Yoana</i> yang pernah beredar hanyalah fiksi belaka.</font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman">4. <b><i>Nama baru paus</i></b></font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Apabila sudah ada kardinal yang terpilih, kardinal diakon akan segera menyampaikan pertanyaan sekitar kesediaan kardinal terpilih memangku jabatan paus. “<i>Accetti la tua elezione canonica a Sommo Pontefice?</i>” (Apakah Anda menerima kanoni sebagai <i>Summum Pontificem</i>/Paus?) </font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Apabila kardinal terpilih menjawab “ya”, ia diminta mencari nama baru. Sejak maa Paus Yohanes XII (1009-1012), setipa paus mengambil nama baru. Nama itu umumnya diambil dari nama para rasul Yesus atau dari orang-orang suci. Namun, nama Petrus tidak boleh digunakan, hal itu dimaksudkan sebagai penghormatan kepada Petrus yang menjadi paus pertama. <span>          </span></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><b><span style="font-variant:small-caps;">Penutup</span></b><span style="font-variant:small-caps;"></span></font></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Konklaf adalah proses yang dilakukan Gereja Katolik untuk memilih Uskup Roma yang dianggap sebagai “pengganti” Santo Petrus dan sebagai Paus, kepala Gereja. Mungkin tidak ada satu proses suksesi kekuasaan di dunia ini yang diliputi banyak teka teki selain proses pemilihan seorang paus. Sejarah Gereja Katolik menunjukkan proses dan hasil pemilihan paus baru selalu <i>unpredictable</i>. </font></span></p>
<p style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span><font face="Times New Roman"><span>            </span>Demikian juga, ditemukan juga berbagai kisah menarik sejarah pemilihan paus. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari kisah-kisah tersebut. <i>Pertama</i>, jika seorang paus mengundurkan diri dari jabatannya, akan selalu timbul godaan untuk menantang kekuasaan paus yang baru. <i>Kedua</i>, dalam masa-masa modern, Gereja telah diberkati dengan para paus yang sungguh kudus, yang adalah pemimpin-pemimpin yang hebat. <i>Ketiga</i>, Gereja secara mantap telah menjadikan dirinya lebih bebas dari segala tipu-muslihat politik para pemimpin duniawi.</font></span></p>
<p><i><span style="color:black;"><font face="Times New Roman"> </font></span></i><b><i><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">KEPUSTAKAAN</font></span></i></b><i><span style="color:black;"><font face="Times New Roman"> </font></span></i><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">Brevoort, Dr. Anthonius, <i>Sejarah Gereja Abad Pertengahan</i>. Sinaksak-Pematangsiantar: STFT St. Yohanes, 1994.</font></span><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">Hilkert, John, “History of The Conclave”. Dalam </font><a href="http://www.newadvent.org/cathen/04192a.htm"><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">http://www.newadvent.org/cathen/04192a.htm</font></span></a><font face="Times New Roman">, 12 Mei 2007.</font></span><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">Koesuma, Doni A., “Paus, Lembaga Kepausan, dan Dunia”. Dalam <i><span style="font-variant:small-caps;">Kompas</span></i> (Jakarta), Selasa, 5 April 2005.</font></span><font face="Times New Roman"><i><span style="color:black;">New Catholic Encyclopedia</span></i><span style="color:black;">. Washington DC: The University Of America, 1963. </span></font><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">“Papal Conclave”. Dalam </font><a href="http://www.wikipedia.com/"><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">www.wikipedia.com</font></span></a><font face="Times New Roman">, 19 Mei 2007</font></span><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">Saunders, William P., “Straight Answers: Cardinals, Conclaves, and a New Pope”. Dalam </font><a href="http://www.indocell.net/yesaya"><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">www.indocell.net/yesaya</font></span></a><font face="Times New Roman">, 12 Mei 2007.</font></span><span style="color:black;"><font face="Times New Roman">Toruan, Raymond,<span>  </span>“Memilih Paus dari Masa ke Masa”. Dalam <i>Hidup</i> (17 April 2005).</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=43&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/08/sejarah-suksesi-kepausan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2008</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/02/selamat-tahun-baru-2008/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/02/selamat-tahun-baru-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 07:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/02/selamat-tahun-baru-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Kami redaksi bikapalverna.wordpress.com mengucapkan selamat tahun baru 2008 bagi cintawan-cintawati di seluruh dunia. Moga-moga pelayanan kami semakin baik dan sukses.  Redaksi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=37&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami redaksi bikapalverna.wordpress.com mengucapkan selamat tahun baru 2008 bagi cintawan-cintawati di seluruh dunia. Moga-moga pelayanan kami semakin baik dan sukses.</p>
<p> Redaksi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=37&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2008/01/02/selamat-tahun-baru-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristus Cahaya Dunia</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 10:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun. A 24 Desember Natal Malam Bacaan: Yes 9: 1-6; Tit 2: 11-14; Luk 2: 1-14 &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Kristus Cahaya Dunia “Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud (Luk 2: 11)”. Ada sebuah cerita mengenai tawanan Nazi. Pria yang malang itu disiksa setiap hari. Suatu hari mereka memindahkannya ke sel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=36&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Tahun. A</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>24 Desember</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Natal Malam</span></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:center;" align="center"><span>Bacaan: Yes 9: 1-6; <span> </span>Tit 2: 11-14; Luk 2: 1-14</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:21pt;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;">Kristus Cahaya Dunia</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span>“Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud (Luk 2: 11)”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span><span>   </span><i>Ada sebuah cerita mengenai tawanan Nazi. Pria yang malang itu disiksa setiap hari. Suatu hari mereka memindahkannya ke sel lain. Sebelumnya dia disekap di antara empat dinding yang sangat kokoh dan rapat, di mana tidak ada cahaya yang masuk ke dalam. Dalam sel yang baru itu, ada sebuah lubang yang dapat dipakai<span>  </span>untuk melihat langit yang biru di siang hari dan bintang-bintang di malam hari. Pria malang itu sangat gembira. Dia menulis surat kepada keluarganya, dia menceritakan keberuntungannya. Karena di dalam sel yang gelap itu ia masih bisa melihat cahaya dari luar. Pria itu merasa sangat senang dan bersukacita.</i></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><i><span> </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Dalam Injil Lukas yang baru saja kita dengar tadi, kita dapat menemukan adanya tiga tahapan sejarah kelahiran Yesus, yakni: <i>pertama</i>, laporan tentang peristiwa sejarah dengan disebutkannya nama kaisar Agustus; <i>k<span>edua</span></i>, mengungkapkan tafsiran Gereja Purba mengenai kejadian tersebut (peristiwa kelahiran Yesus); dan tahapan yang <i>ketiga</i> adalah tambahan dari penginjil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem menaati perintah kaisar, dan peristiwa kelahiran Yesus yang terjadi dalam keadaan miskin merupakan inti kisah Injil Lukas pada malam ini. Peristiwa kelahiran Yesus ini merupakan cahaya dan harapan baru bagi umat beriman yang menantikan kedatangan Sang Juru Selamat. Cahaya (terang) adalah lambang kehadiran Kristus di tengah-tengah umat-Nya. Istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan keilahian Yesus.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span>Dikatakan demikian: “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Allah bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan (Luk 2: 9)”.Warta malaikat kepada gembala ini ditandai dengan “sinar kemuliaan Tuhan” dan rasa gentar para gembala di hadapan Allah, suatu keajaiban, dan ini merupakan penggenapan nubuat-nubuat nabi Mikha.<span style="color:red;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Semua ini membuat peristiwa kelahiran Yesus menjadi suatu yang istimewa, yaitu bahwa mulai saat itu Tuhan hadir di tengah dunia, dan di tengah umat manusia. Kini saatnya tiba bahwa Tuhan datang untuk menyertai kita sebagai Imanuel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Telah tiba saatnya Allah melaksanakan karya penebusan-Nya, karya yang telah dirancang-Nya sejak awal mula. Sejak manusia pertama (Adam dan Hawa) itu memilih kegelapan (dosa) dari pada terang (kehidupan yang berasal dari Allah); Mengutamakan ciptaan dari Penciptanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ketika sesudah banyak abad dosa itu mencapai kepenuhannya, maka Allah dalam keputusan-Nya seakan-akan mengatakan, “sekarang telah tiba saatnya untuk menyatakan belas kasihan-Ku dengan umat manusia, sekarang akan Kuhadirkan di tengah-tengah mereka manusia yang sempurna. Dia akan menanggung segala dosa, segala duka dan derita, bahkan kematian yang ngeri akan dialami-Nya, mewakili bangsa manusia yang terjerat<span>  </span>dalam dosa dan yang tidak berdaya meloloskan diri dari jerat itu”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Maka terjadilah pada suatu malam seperti malam ini, di waktu gelap; lahirlah Dia yang dinanti-nantikan. Dia yang akan meremukkan kepala ular; sumber dosa; yang akan menghancurkan dosa dan maut, memberi silih yang sempurna atas dosa Adam serta keturunannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Di tengah kegelapan malam itu, mulailah bersinar suatu Cahaya, Cahaya yang berasal dari “kemuliaan Tuhan”. Cahaya kemuliaan itu tampak bersama para malaikat yang mewartakan kabar sukacita kepada para gembala. Cahaya itu juga tampak melalui bintang-bintang ajaib yang mengantar para sarjana dari Timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kedua Cahaya ini bersinar,untuk mempertemukan para gembala dan para sarjana dengan <b>Sang Cahaya</b> yang ada di kandang. Sebagai mana dikatakan oleh Yohanes dalam Injilnya, “Akulah terang dunia; barang siapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yoh 8: 12)”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Setelah kita membayangkan, melihat, bagaimana cahaya itu menerangi dan mengalahkan kegelapan malam, sekarang saya mau mengajak anda sekalian untuk sebentar bermenung dan berimajinasi bagaimana seandainya di tempat kita pada malam ini tidak ada cahaya. Apakah kita saling mengenali wajah orang lain yang ada di sebelah kiri dan sebelah kanan, di depan dan di belakang anda? Seandainya anda diminta untuk berjalan keluar dari ruangan ini, dan diminta untuk mengambil sandal anda masing-masing yang anda letakkan di depan pintu masuk itu, apakah anda masih dapat mengenali sandal anda dalam kegelapan itu ? Masih dapatkah anda memilihnya dengan tepat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Ada dua macam kegelapan yang dapat menguasai kita: yang <i>pertama</i> adalah kegelapan yang berada di luar diri kita, sebagaimana yang telah kita bayangkan bersama-sama tadi. Kegelapan yang seperti ini dapat dengan mudah kita kenali karena nampak dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Yang <i>kedua</i> adalah kegelapan yang berasal dari dalam diri kita, yakni yang ada di dalam hati manusia, yang olehnya manusia melakukan tindakan yang tidak terpuji. Misalnya, membunuh, memerkosa, memfitnah, iri hati atas keberhasilan orang lain, dan lain-lain. Kegelapan yang berasal dari hati manusia ini selalu menimbulkan tindakan kejahatan.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:27pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;">Pada malam hari ini kita telah menemukan terang itu, yakni<span>  </span>Kristus sebagai terang dunia, di mana kedatangan-Nya ke dunia menghalau kegelapan itu. Semoga terang Kristus ini menembus hati kita, di mana kegelapan itu berada. Sehingga kita sendiri pun menjadi cahaya bagi semua orang. Bila tahanan Nazi itu, merasa gembira dan bersukacita karena dapat melihat cahaya dari dalam tahanannya yang baru itu; bila para gembala dan para sarjana dari Timur telah melihat terang sebagai petunjuk bagi mereka. Maka pertanyaan bagi kita semua adalah sudah adakah cahaya di dalam hati kita? Setelah menemukan sumber cahaya itu, mampukah kita menjadi cahaya bagi orang lain? Yesus adalah sumber terang dan cahaya itu sendiri – pada malam ini kita telah menemukan-Nya. Kiranya terang itu sungguh mampu menguasai kehidupan kita sehingga hidup kita juga menjadi sumber terang dan bercahaya bagi sesama kita, sehingga orang yang menemukan itu dapat bergembira dan bersukacita bersama kita. Amin<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">******</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=36&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/kristus-cahaya-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah Begitu Mencintai Manusia</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 10:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun A 25 Desember Misa –Natal Pagi Bacaan: Yes 52: 7-10; Ibr 1:1-6; Yoh 1:1-18 &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Allah Begitu Mencintai Manusia Pada hari ini kita sungguh berbahagia karena sang Penyelamat lahir untuk kita. Hari raya Natal adalah hari raya di mana Allah menyamakan diri-Nya dengan manusia. Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Hari Raya Natal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=35&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Tahun A</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">25 Desember</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Misa –Natal Pagi</span></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">Bacaan: Yes 52: 7-10; Ibr 1:1-6; Yoh 1:1-18</span></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;" align="left"><span style="font-size:12pt;font-weight:normal;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p class="MsoSubtitle"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle"><b><span style="font-size:14pt;">Allah Begitu Mencintai Manusia<span></span></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>          </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Pada hari ini kita sungguh berbahagia karena sang Penyelamat lahir untuk kita. Hari raya Natal adalah hari raya di mana Allah<span>  </span>menyamakan diri-Nya dengan manusia. Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Hari Raya Natal merupakan hari raya di mana Allah begitu mencintai umat manusia. Melalui hari raya Natal kita semakin mengenal Allah dalam diri Yesus Kristus. Allah begitu mencintai kita umat manusia yang diciptakan-Nya seturut gambar dan rupa-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Melalui bacaan pertama, Nabi Yesaya menyerukan kedatangan Yesus Kristus sebagai pembawa berita yang mengabarkan berita damai dan memberikan kabar baik<span>  </span>yang menggambarkan berita keselamatan. Yesus yang lahir ditampilkan sebagai tokoh Allah<span>  </span>yang hadir di dunia. Yesus membawa kabar keselamatan Allah bagi manusia. Seluruh dunia telah menyambut kedatangan Yesus Kristus yang telah dijadikan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kita sudah sering mendengar bacaan Injil ini, secara khusus pada waktu hari raya Natal. Bahkan Injil hari ini akan sulit kita pahami kalau kita merenungkan dengan pikiran kita. Tetapi, kita akan lebih mudah memahami Injil ini, kalau kita berangkat dari keyakinan atau kepercayaan kita akan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Artinya, Allah yang adalah Firman itu sendiri, tinggal di antara manusia. Allah hadir dalam kehidupan manusia melalui putra-Nya Yesus Kristus. Allah yang hadir di dunia melalui Yesus Kristus sama seperti manusia. Allah yang dilahirkan, disusui, digendong dan lain sebagainya, sama seperti manusia. Allah seolah-olah tidak puas dengan menciptakan manusia menurut citra-Nya, tetapi Dia mau sekaligus menjadi manusia itu sendiri dalam diri Yesus Kristus. Singkatnya, Allah yang adalah Firman hadir di dunia melalui anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus yang lahir hari ini. Kelahiran Yesus menunjukkan pada kita kemanusiaan-Nya. Demikian juga ketika Yesus bangkit pada hari paskah menunjukkan bahwa Dia adalah Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Kalau Allah sendiri begitu mencintai kita, maka manusia seharusnya lebih mencintai sesama manusia lainnya. Kita harus lebih bisa senasib dengan mereka. Namun, yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Sesama manusia tidak lagi semartabat di hadapan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Pada jaman sekarang ini banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi di negara kita ini. Mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang berbaur anarkis dan bahkan hukuman tembak mati bagi manusia. Hidup manusia yang berasal dari Allah sendiri dan Dia sendiri yang berhak atas hidup tersebut, sudah mulai dikuasai manusia. Manusia seolah-olah berkuasa atas hidup manusia. Peristiwa ini masih hangat bagi kita, ketika Tibo dan kawan-kawannya ditembak mati.<span>  </span>Kuasa Allah semakin dipertanyakan. Padahal Allah begitu mencintai manusia, sampai Dia datang ke dunia ini melalui putra-Nya Yesus Kristus yang kita rayakan hari ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Dia akan menjadi pembawa suka cita dan keselamatan bagi manusia, karena begitu cinta-Nya akan ciptaan-Nya, terutama manusia yang secitra dengan-Nya. Cinta kasih-Nya ditunjukkannya, ketika Dia tergantung di salib.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Peristiwa kelahiran Yesus hari ini menjadi suatu permenungan bagi kita umat Allah yang dicintai-Nya. Dia rela mati disalib demi kita dan dosa-dosa kita. Bagi Allah semua manusia itu sama<span>  </span>martabatnya di hadapan-Nya. Apakah itu, pegawai, pejabat, jenderal, orang miskin adalah makhluk ciptaan-Nya yang bermartabat. Pada pesta Natal ini, kita merayakan cinta Allah yang tak terbatas dan martabat manusia begitu dicintainya. Pesta Natal merupakan penghormatan dan pengakuan paling tinggi terhadap martabat manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Oleh karena itu, pesta Natal ini akan bermakna apabila diungkapkan cinta itu kepada Allah dan kepada sesama manusia. Tanpa hal itu dilaksanakan bagaimanapun meriahnya Natal itu, ia kehilangan maknanya. Natal yang kita rayakan hari ini bukan sekedar perayaan liturgi yang begitu meriah, tetapi Natal menjadi cinta<span>  </span>yang terjadi dalam kehidupan manusia sampai Dia rela datang ke dunia ini melalui putra-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span>Peristiwa Natal ini kiranya menjadi perwujudan cinta di dalam keluarga, di dalam lingkungan, bahkan cinta bagi siapa saja. Cinta itu bisa diungkapkan melalui memberi diri, memberi perhatian, memberi jasa, memberi apa yang kita miliki. Dengan pemberian itu, kita mengambil bagian dalam pemberian Allah kepada manusia. Melalui pemberian kita itu, kita mau menerima dan mengimani kehadiran Allah melalui Yesus Kristus di dunia. Berarti kita mau mengubah diri kita pada hari raya Natal ini. Amen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>*********</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=35&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/29/allah-begitu-mencintai-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT NATAL 2007</title>
		<link>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/25/selamat-natal-2007/</link>
		<comments>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/25/selamat-natal-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 06:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bikapalverna</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/25/selamat-natal-2007/</guid>
		<description><![CDATA[KAMI SEMUA SAUDARA KAPUSIN YANG BERTEMPAT TINGGAL DI BIARA KAPUSIN ALVERNA, SINAKSAK MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NATAL 2007 BAGI SEMUA UMAT KRISTIANI YANG TERCINTA. SALAM NATAL REDAKSI BIKAPALVERNA<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=33&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KAMI SEMUA SAUDARA KAPUSIN YANG BERTEMPAT TINGGAL DI BIARA KAPUSIN ALVERNA, SINAKSAK MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NATAL 2007 BAGI SEMUA UMAT KRISTIANI YANG TERCINTA.</p>
<p align="right">SALAM NATAL</p>
<p align="right">REDAKSI BIKAPALVERNA</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bikapalverna.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bikapalverna.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bikapalverna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bikapalverna.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bikapalverna.wordpress.com&amp;blog=1874284&amp;post=33&amp;subd=bikapalverna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bikapalverna.wordpress.com/2007/12/25/selamat-natal-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/19965ed0e2eba631a5111f77e1f8f783?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">BIKAP ALVERNA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
